Hal ini disampaikan militer Ukraina beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow akan berusaha merebut Kyiv sebelum fajar.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 26 Februari 2022 - 12:40 WIB
WowKeren - Rusia telah melancarkan operasi militer ke Ukraina sejak Kamis (24/2) lalu. Pihak militer Ukraina lantas menyatakan bahwa tentaranya sempat memukul mundur serangan Rusia di Ibu Kota mereka, Kyiv, pada Sabtu (26/2) pagi ini.
Melalui laman Facebook resminya, militer Ukraina menyatakan bahwa Rusia menyerang salah satu unit militer di Victory Avenue di Kyiv. "Serangan itu berhasil dihalau," ungkap pihak militer Ukraina tanpa merinci dimana tepatnya inisiden itu terjadi.
Hal ini disampaikan militer Ukraina beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow akan berusaha merebut Kyiv sebelum fajar. Adapun Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pada hari ini bahwa dua target musuh telah "ditembak jatuh" di dekat zona separatis di timur. Dua target tersebut diidentifikasi sebagai helikopter SU-25 Rusia dan pembom militer.
Selain itu, sebuah pesawat angkut Rusia juga disebut telah "dijatuhkan" di dekat kota Vasylkiv. Jaraknya kira-kira 30 kilometer barat daya Kyiv.
Sementara itu, para pejabat mendesak penduduk setempat untuk segera berlindung kala pertempuran sengit melawan pasukan Rusia berlangsung di Kyiv. Warga Ukraina diminta untuk menghindari area dekat jendela atau balkon dan berhati-hati agar tidak terkena puing-puing atau peluru.
Pada Jumat (25/2) kemarin, Ukraina mengungkapkan setidaknya sudah ada 137 orang yang tewas dalam 24 jam pertama serangan Rusia. Termasuk warga sipil.
Pasukan Ukraina melaporkan pertempuran dengan unit lapis baja Rusia di dua lokasi antara 40-80 kilometer utara Kyiv. Sedangkan Kementerian Pertahanan Ukraina mendesak warga negaranya untuk, "memberi tahu kami tentang pergerakan pasukan, membuat bom molotov, dan menetralisir musuh".
Menurut Kemenhan Ukraina, sudah ada 2.800 tentara Rusia yang tewas, namun mereka belum mengungkapkan buktinya. Sedangkan pihak Moskow sendiri masih belum melaporkan angka korban di pihak mereka.
Sebelumnya, Presiden Zelensky telah mengatakan bahwa nasib Ukraina "sedang diputuskan sekarang". Di saat ledakan terdengar di seluruh kota, Presiden Zelensky mengatakan Rusia akan menggunakan semua kekuatannya "untuk mematahkan perlawanan kita".
"Malam ini kita harus bertahan," katanya. "Malam ini akan sulit, sangat sulit, tetapi pagi akan datang."
(wk/Bert)