Cara Kerja Hingga Efek Thermobaric, Senjata Rusia Yang Bisa Luluh Lantakan Kota Hanya Sekali Tembak
Dunia

Sejauh ini, Rusia dikenal sebagai negara yang memiliki persenjataan nuklir dengan efek yang tidak main-main, bahkan hanya dengan satu tembakan saja. Salah satunya adalah Termobarik.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Rusia telah meluncurkan invasi penuh terhadap Ukraina pada pekan lalu. Meski demikian, serangan itu disebut belum ada apa-apanya lantaran Rusia belum menggunakan senjatanya yang digadang-gadang sangat dahsyat dampaknya apabila diluncurkan.

Adapun senjata yang dimaksud adalah Termobarik (Thermobaric). Mengingat Rusia memiliki senjata ini, para ahli pun mengkhawatirkan kondisi Ukraina dan memperingatkannya akan hal tersebut.

Termobarik ini dinilai sebagai salah satu senjata perang paling brutal yang pernah ada. Senjata ini terdiri dari rudal yang diisi dengan bahan bakar yang sangat eksplosif dan campuran kimia, yang apabila meledak dapat menyebabkan gelombang ledakan supersonik hingga bisa melenyapkan segala sesuatu di jalan mereka, termasuk bangunan dan manusia.

Termobarik ini juga dikenal sebagai bom aerosol atau bom vakum. Di antara senjata Rusia yang terlihat bergerak menuju Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan kota-kota lainnya adalah peluncur roket Termobarik TOS-1. Senjata ini disebut tidak digunakan untuk serangan presisi, namun bisa digunakan membersihkan hamparan tanah.

Salah satu ahli dari University of Portsmouth, Peter Lee menerangkan terkait cara kerja senjata tersebut pada 2016 silam, setelah Rusia diduga menggunakannya di Suriah. Ia menyebut hanya ledakan yang disebabkan oleh serangan nuklir yang dianggap lebih buruk. Rusia diduga menggunakan senjata tersebut di Chechnya dan Suriah.

"Bayangkan mengambil nafas dalam-dalam lalu menenggelamkan diri ke dalam air, kemudia bayangkan semua oksigen dipaksa secara intan dari tubuh Anda," jelas Lee dalam keterangannya, dikutip Rabu (2/3).

"Coba tarik nafas lagi, tapi bukannya air dingin mengisi paru-paru Anda, partikel beracun dan mudah terbakar mulai membunuh Anda dari dalam ke luar," lanjut Lee.


Di sisi lain, ketika pertempuran di Ukraina meningkat, khususnya di kota-kota terbesarnya, kekhawatiran meningkat bahwa perang gesekan akan berarti eskalasi kekerasan dan penggunaan senjata yang semakin mematikan. Sementara itu, dalam praktiknyam Termobarik meruakan senjata yang menggabungkan gelombang kejut dan vakum untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi.

"Ini adalah senjata yang ketika meledak, akan melepaskan bahan peledaknya, atau bahan bakarnya, dan akan menciptakan efek tekanan berlebih yang akan berakhir dengan ledakan yang jauh lebih besar dan sangat menghancurkan karena gelombang kejutnya," tutur Jean-Marie Collin selaku ahli dan Juru Bicara ICAN Prancis daru kampanye internasional untuk menghapuskan senjata nuklir, kepada Euronews Next.

Menurut Collin, penggunaan Termobarik pertama kembali ke Perang Dunia II, dan itu juga digunakan sedikit dalam perang. Kemungkinan besar, juga telah digunakan di Irak atau Afghanistan. Jadi menurutnya penggunaan senjata tersebut diperuntukkan dalam konflik yang berbeda.

Kemudian, Rusia juga diyakini telah menggunakan senjata tersebut sehingga terjadi ledakan terbesar pada tahun 2007 silam, menciptakan ledakan yang setara dengan 39,9 ton. Selain itu, senjata yang juga dijuluki sebagai "Buratino" itu dapat melenyapkan area seluas sekitar 200 m kali 400 m dengan satu salvo atau tembakan.

Artinya, dengan satu kali tembakan bisa mengubah beberapa blok kota menjadi puing-puing yang membara. Menurut Collin, dampak dari senjata tersebut masih sangat berbeda dengan bom nuklir.

"Senjata nuklir masih merupakan senjata pemusnah massal yang penggunaannya memiliki konsekuensi jangka panjang, yang tidak terjadi pada sistem senjata Termobarik atau konvensional, meskipun sistem senjata ini jelas dapat menciptakan banyak cedera dan kehancuran," papar Collin.

"Senjata nuklir adalah sesuatu yang benar-benar menghancurkan semua kehidupan di tempat penggunaannya. Kita berbicara tentang kekuatan yang dikalikan beberapa puluh," tandas Collin.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait