Presiden Belarusia Beri Sinyal Dukungan ke Putin, Siap Invasi Moldova?
Dunia

Invasi Rusia terhadap Ukraina yang dimulai pekan lalu hingga kini tampaknya belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan kini muncul kabar akan adanya invasi di Moldova.

WowKeren - Belum selesai dengan permasalah invasi penuh Rusia terhadap Ukraina, kini muncul kabar akan adanya invasi ke Moldova. Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko disebut telah muncul berdiri di depan peta pertempuran yang tampaknya menunjukkan invasi yang direncanakan ke Moldova.

Lukashenko yang diketahui merupakan sekutu dekat dari Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah berbicara kepada dewan keamanannya pada Selasa (1/3), sambil berdiri di depan peta pertempuran Ukraina.

Peta tersebut tampaknya menunjukkan rencana pergerakan pasukan dan target infrastruktur di Ukraina, serta target di wilayah Transnistria yang memisahkan diri dari Moldova.

Sementara itu, beberapa garis serangan Rusia di peta disebut telah terjadi. Sedangkan lainnya ada juga yang belum terjadi, termasuk serangan ke Moldova yang merupakan negara bekas Soviet, serta tetangga Ukraina di selatan dari kota pelabuhan Odessa.

Di sisi lain, Rusia disebut telah menggunakan Belarusia sebagai lokasi untuk mengirim pasukannya dengan cepat melintasi perbatasan ke Ukraina, setelah bersikeras sejumlah besar pasukan berkumpul di sana untuk latihan militer bersama sebelumnya.


Laporan pun telah muncul pada pekan ini, di mana menyebutkan bahwa Belarusia sedang bersiap untuk mengirim pasukan ke Ukraina sebagai bentuk dukungan invasi Rusia.

Melihat hubungan dekat Belarusia dengan Moskow dalam serangan tersebut, hal ini memicu Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan operasi pada Senin (28/2), di kedutaan besarnya di Belarusia.

Di sisi lain, Uni Eropa juga telah mengumumkan rencana pada Senin (28/2), untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Belarusia atas perannya dalam perang, termasuk tindakan terhadap eksplor, oligarki dan bank di negara itu.

Sementara itu, kantor berita Belta yang dikelola oleh pemerintah Belarusia melaporkan bahwa Lukashenko disebut telah mengatakan tidak ada unit militer negara tersebut yang pindah ke Ukraina.

Akan tetapi dapat dimobilisasi dalam dua hingga tiga hari apabila diperlukan, seperti yang dilaporkan oleh Daily Express. Meski demikian, Pentagon menyebut belum melihat tanda-tanda kedatangan pasukan Belarusia di Ukraina.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait