Hal ini bermula dari wawancara Wapres Amerika Serikat Kamala Harris dalam program radio 'Morning Hustle'. Dalam program radio tersebut, Harris diminta oleh sang pembawa acara untuk menjelaskan konflik Rusia-Ukrian dalam 'istilah awam'.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 02 Maret 2022 - 17:10 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris baru-baru ini diolok karena penjelasannya tentang perang Rusia-Ukraina. Hal ini bermula dari wawancara Harris dalam program radio "Morning Hustle".
Dalam program radio tersebut, Harris diminta oleh sang pembawa acara untuk menjelaskan konflik Rusia-Ukrian dalam "istilah awam" dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi orang-orang di AS. Penjelasan tersebut ditujukan untuk orang-orang yang sama sekali tidak paham tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di Ukraina.
Menjawab permintaan tersebut, Harris memulai penjelasannya secara perlahan. "Jadi, Ukraina adalah sebuah negara di Eropa," tutur Harris.
"Ukraina berada di sebelah negara lain bernama Rusia," lanjutnya. "Rusia adalah negara yang lebih besar. Rusia adalah negara yang kuat. Rusia memutuskan untuk menyerang negara yang lebih kecil bernama Ukraina. Jadi, pada dasarnya, itu salah, dan itu bertentangan dengan semua yang kami perjuangkan."
Penjelasan sederhana Harris tersebut rupanya menuai kritik dari pihak konservatif. Bahkan ada yang membandingkan penjelasan Harris dengan episode program TV anak-anak "Peppa Pig".
"Dia benar-benar tidak bisa berbicara secara normal dengan (orang-orang)," komentar editor eksekutif Washington Examiner, Seth Mandel, di akun Twitter-nya. "Istilah orang awam tidak berarti 'menganggap penonton belum pernah mendengar tentang Rusia'."
"Istilah orang awam hanya berarti tidak menjawab 'tren paralel perluasan NATO dan denuklirisasi pasca-Soviet di tahun 90-an benar-benar menempatkan kita di jalan menuju Perjanjian Minsk yang gagal'," lanjutnya. "Anda dapat menggunakan, tanpa mendefinisikan, kata-kata seperti 'Rusia'."
Sementara itu, konsulten kampanye GOP Nathan Wurtzel menyindir penjelasan Harris bak catatan anak SD. "Kedengarannya seperti saya membaca kartu catatan di kelas 5," katanya.
Rekan senior Institut Manhattan, Brian Riedl, bahkan mengatakan bahwa penjelasan Harris seperti ditulis oleh putrinya yang baru berusia 9 tahun. "Saya bangga mengumumkan bahwa putri saya yang berusia 9 tahun dipekerjakan sebagai penulis pidato Wapres Harris minggu lalu," cuitnya.
Penjelasan Harris juga dinilai "memalukan" oleh mantan penasihat Gedung Putih era Donald Trump, Kellyanne Conway. "Tidak heran staf yang lebih pintar darinya telah berhenti," ujarnya.
Di sisi lain, ini bukan pertama kalinya pemahaman Harris tentang kebijakan luar negeri dipertanyakan. Bulan lalu, Harris juga sempat dikritik karena menyatakan Eropa telah menikmati "kedamaian dan keamanan" sejak akhir Perang Dunia II. Harris dikritik melupakan serangan Soviet ke Hongaria dan Cekoslowakia selama Perang Dingin, perang saudara Balkan tahun 1990-an dan kampanye Rusia di Chechnya, Georgia dan Ukraina di bawah pemerintah Presiden Vladimir Putin.
(wk/Bert)