Situasi di Ukraina imbas invasi Rusia tampaknya semakin suram dan mengkhawatirkan. Maka dari itu, pemerintah memutuskan untuk memulangkan WNI ke Tanah Air.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 04 Maret 2022 - 08:13 WIB
WowKeren - TNI Angkatan Udara (AU) diketahui menerjunkan 9 personel dari Satbravo-90 Kopasgat pada Kamis (3/3), dalam proses evakuasi WNI di Ukraina pulang ke Tanah Air. Selain itu, ada satu orang dokter dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma yang juga terlibat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan bahwa personel Satbravo-90 Kopasgat bertugas sebagai tim pengamanan (Tim Pam). Sedangkan satu dokter terlibat sebagai tim kesehatan.
Indan menuturkan bahwa penugasan tersebut sesuai dengan perintah dari Panglima TNI. "Atas permintaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk membantu pemerintah dalam proses evakuasi WNI di Ukraina," tutur Indan dalam keterangannya, dilihat pada Jumat (4/3).
Lebih lanjut, Indan menerangkan sesuai dengan instruksi Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pun langsung menyiapkan dan memberangkatkan personel berkompeten guna melaksanakan amanat tersebut. Adapun personel TNI AU itu berangkat pada Rabu (2/3), dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) melalui rute yang dilewati adalah Jakarta - Madinah Arab Saudi - Bucharest Romania.
Diketahui ada sebanyak 80 WNI dan 3 WNA yang merupakan keluarga dari WNI berhasil dievakuasi dari Bandara Bucharest Romania menuju langsung Jakarta, Indonesia. Sebelumnya, mereka telah terlebih dahulu dievakuasi melalui jalur darat oleh tim Kemenlu dari Ukraina ke Romania.
Evakuasi tersebut dilakukan melalui penerbangan charter Garuda Indonesia yang dioperasikan dengan armada A330-200. Penerbangan ini diberangkatkan dari Bandara Henri Coanda Bucharest, Romania pada Rabu (2/3) pukul 15.10 waktu setempat, dan tiba di Jakarta pada Kamis (3/3) pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya transit di Madinah.
80 WNI dan 3 WNA yang dievakuasi itu menempuh perjalanan selama kurang lebih 17 jam. Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengungkapkan bahwa penerbangan evakuasi tersebut memiliki arti tersendiri bagi perseroan untuk bisa mengambil bagian dalam misi kemanusiaan.
Irfan menuturkan bahwa peran Garuda Indonesia dalam proses evakuasi tersebut merupakan bagian dari komitmen menjalankan mandat sebagai national flag carrier. Ia menuturkan bahwa penerbangan evakuasi WNI dari Ukraina itu telah melalui koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan terkait dengan memperhatikan prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan antarnegara.
"Termasuk pelaksanaan protokol kesehatan melalui pemeriksaan COVID-19 bagi seluruh penumpang yang ikut pada penerbangan tersebut," ujar Irfan dalam keterangannya.
Selain itu, Irfan mengatakan bahwa proses evakuasi juga berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh WNI yang ikut serta dalam penerbangan ini telah mendarat dengan selamat beserta seluruh tim pendamping dari Kemenlu, tim pengamanan Mabes TNI, serta nakes yang terus mendampingi secara intensif.
(wk/tiar)