Ledakan di Sebuah Masjid Syiah Pakistan Tewaskan Sedikitnya 45 Orang, Korban Selamat: Apa Dosa Kami?
Dunia

Para korban luka langsung diangkut ambulans ke Rumah Sakit Lady Reading. UGD RS Lady Reading lantas dipenuhi kekacauan kala para dokter berjuang untuk memindahkan banyak orang yang terluka ke ruang operasi.

WowKeren - Bom kuat meledak di dalam sebuah masjid Syiah di Kota Peshawar, Pakistan, pada Jumat (4/3) hari ini. Insiden yang terjadi saat momen Salat Jumat tersebut menewaskan setidaknya 45 jemaah dan melukai puluhan orang.

Menurut Kepala Polisi Peshawar, Muhammad Ujaz Khan, tragedi ini dimulai dengan dua penyerang bersenjata yang menembaki polisi di luar masjid. Dalam baku tembak tersebut, satu orang pelaku dan seorang polisi tewas. Satu pelaku lainnya kemudian memasuki masjid dan kemudian meledakkan bom.

Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Namun kelompok Negara Islam maupun organisasi Taliban Pakistan telah melakukan serangan serupa di wilayah itu, yang terletak di dekat perbatasan dengan negara tetangga Afghanistan.

Salah seorang saksi mata bernama Shayan Haider mengaku tengah bersiap memasuki masjid kala ledakan dahsyat itu melempar tubuhnya ke jalan. "Saya membuka mata dan ada debu serta mayat di mana-mana," ujarnya.

Para korban luka langsung diangkut ambulans ke Rumah Sakit Lady Reading. UGD RS Lady Reading lantas dipenuhi kekacauan kala para dokter berjuang untuk memindahkan banyak orang yang terluka ke ruang operasi. Menurut Juru Bicara Rumah Sakit, Mohamed Asim, lebih dari 60 orang terluka dan jumlah korban tewas kemungkinan bertambah.


"Kami dalam keadaan darurat dan yang terluka sedang dipindahkan ke rumah sakit," kata polisi bernama Mohammad Sajjad Khan. "Kami sedang menyelidiki sifat ledakan itu tetapi tampaknya itu adalah serangan bunuh diri."

Saksi mata lain bernama Zahid Khan mengaku sempat melihat seorang pria menembaki polisi sebelum ledakan terjadi. "Saya melihat seorang pria menembaki dua polisi sebelum dia memasuki masjid. Beberapa detik kemudian saya mendengar ledakan besar," ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Imran Khan mengutuk aksi pemboman tersebut. Pakistan diketahui telah mengalami peningkatan kekerasan dalam beberapa bulan terakhir. Puluhan personel militer tewas dalam sejumlah serangan terhadap pos-pos militer di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan.

Pensiunan perwira militer bernama Sher Ali berada di dalam masjid pada saat ledakan itu terjadi, ia terluka oleh pecahan peluru yang beterbangan. Ia lantas membuat permohonan yang berapi-api kepada pemerintah Pakistan untuk perlindungan yang lebih baik terhadap minoritas Muslim Syiah di negara itu.

"Apa dosa kami? Apa yang telah kami lakukan? Bukankah kami warga negara ini?" katanya dengan pakaian putih berlumuran darah.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait