Sirkuit Formula E di Ancol Dibangun Permanen, Bisa Digunakan Ajang Balap Nasional dan Internasional
Instagram/fiaformulae
Nasional
Kontroversi Formula E

Menjelang gelaran balap mobil listrik Formula E, proyek pembangunan sirkuit semakin dikerahkan agar lintasan bisa segera selesai. Sebelumnya, sirkuit Formula E disebut dibangun tipe semi permanen.

WowKeren - Proyek pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Ancol, hingga saat ini masih berlangsung. Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Formula E Jakarta, Tinton Soeprapto mengungkap rencana pembangunan sirkuit Formula E Jakarta yang akan menggunakan tipe semi permanen.

Namun kini, Jakarta Desainer Sirkuit Formula E Jakarta, Irawan Sucahyono mengatakan bahwa konstruksi Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di Ancol dibuat permanen, sehingga bisa digunakan untuk berbagai ajang balapan tingkat nasional maupun internasional.

Dengan begitu, kata Irawan, setelah penyelenggaraan balap mobil Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang, sirkuit tersebut bisa digunakan untuk berbagai ajang balapan, baik tingkat nasional maupun internasional. "Jadi DNA-nya adalah street circuit, tapi dibikin permanen juga," tutur Irawan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/3).


Lebih lanjut, Irawan menuturkan bahwa Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang mewadahi para peminat otomotif di Indonesia telah memiliki agenda kejuaraan nasional balap mobil lainnya yang nantinya bisa digelar di JIEC Ancol. "Event IMI ini juga banyak sekali, padat. Dan di Jakarta kan tidak ada sirkuit, maka ini akan menjadi kontribusi bagi kami," ungkap Irawan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Muhammad Taufik telah mempercayakan kualitas sirkuit Formula E Jakarta kepada para insinyur Indonesia di PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama. "Pekerjanya kan orang-orang yang sudah jago-jagolah. Bikin jalan tol saja bisa, apalagi bikin beginian," ujar Taufik.

Meski demikian, Taufik juga mengingatkan kepada para insinyur bahwa dalam pembangunan sirkuit Formula E itu tidak boleh keluar dari pakem atau ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Otoritas yang mengawasi pekerjaan tersebut sebelum dilakukan homologasi dan pemberian persetujuan atau konfirmasi dari badan otoritas tersebut pada April mendatang.

Pada Minggu (6/3) kemarin, sejumlah alat berat jenis vibro roller tampak mulai menggilas untuk pencampuran akhir susunan material aspal bagian atas hingga padat. Di samping itu, trek masih kokoh saat digilas dengan alat konstruksi yang beratnya antara 8 ribu hingga 10 ribu kg itu, ditambah dengan sejumlah truk pengangkut pasir dan ekskavator yang masuk silih berganti selama 24 jam.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait