Pembangunan Sirkuit Formula E Jakarta Lebih Singkat, Ternyata Semi Permanen?
Nasional
Kontroversi Formula E

Kritik muncul usai kabar dijualnya tiket balap Formula E di Jakarta meski sirkuitnya belum rampung. Tapi ternyata ada fakta tak terduga mengenai pembangunan sirkuit Formula E Jakarta.

WowKeren - Pembangunan sirkuit Formula E di Jakarta masih terus menuai kontroversi. Terbaru, soal tiket nonton balap mobil listrik Formula E yang dijual sebelum sirkuit rampung dibangun. Ketua Dewan Pengarah Formula E Jakarta, Tinton Soeprapto pun mengungkap fakta soal pembangunan sirkuit.

Tinton mengungkap rencana pembangunan sirkuit Formula E Jakarta yang akan menggunakan tipe semi permanen. Karena itu, proses pembangunan sirkuit bisa lebih cepat tidak seperti di Mandalika yang bisa mencapai 14 bulan.

"Proses pembangunan di sana (Mandalika) permanen, tapi di sini (Ancol) semi permanen, knock down, habis balap copot lagi," ujar Tinton di Kompas TV, Senin (21/2).

Tinton menjelaskan jika proses pengerasan bisa jauh lebih cepat karena menggunakan sistem yang disebut kerucut dengan memasang bambu di area yang akan dikeraskan. Di sisi lain, ada 25 persen kawasan sirkuit Ancol yang memang merupakan bagian sirkuit balap yang pernah dibangun Tinton pada 1969. Dengan alasan itu, Tinton optimistis pengerjaan sirkuit bisa berjalan tepat waktu.


Selain teknik pembangunan yang sudah canggih, Tinton juga menyebut rasa optimismenya sudah diuji lewat konsultan Formula E saat penetapan lokasi sirkuit.

"Yakin (selesai 3 bulan). Semua balapan sebelum dikasih izin approval to running dia mesti ada inspekturnya, layak apa tidak ini dijalankan," jelas Tinton.

Untuk informasi, sirkuit Formula E yang diberi nama Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) itu memiliki panjang lintasan 2,4 kilometer dan berada di tengah-tengah kawasan Ancol. Sedangkan lebar sirkuit mencapai 16 meter dengan jumlah tikungan sebanyak 18 tikungan. Untuk trek lurus sebagai tempat adu cepat diberikan sepanjang 600 meter dengan arah lintasan clockwise atau searah jarum jam.

Sebelumnya, Vice Managing Director Formula E Gunung Kartiko menyebut, pembangunan lintasan balap mobil listrik ini tak serumit trek MotoGP di Mandalika, Kualitas aspal lintasan Formula E pun disebutnya tak jauh beda dengan jalan protokol Sudirman-Thamrin. Meski kualitasnya mirip jalan raya, namun Gunung memastikan, sirkuit Formula E yang sedang dibangun di Ancol tetap memenuhi standar FEO (Formula E Operation).

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait