PSI menyelenggarakan pasar murah untuk minyak goreng dengan harga Rp 10 ribu per liter. Aksi PSI itu nyatanya malah menimbulkan kecurigaan mengenai asal stok minyak goreng tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 08 Maret 2022 - 15:10 WIB
WowKeren - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai kontroversi usai membuka pasar murah untuk menyalurkan minyak goreng di Bekasi Jawa Barat. Tepatnya, Dewan Pimpinan Daerah PSI Kabupaten Bekasi membuka bazar minyak goreng kepada warga di Kecamatan Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat.
Bazar murah itu digelar PSI Kabupaten Bekasi di tengah kelangkaan minyak goreng di pasaran. Video cuplikan pasar murah minyak goreng murah itu diunggah lewat akun Twitter resmi DPP PSI. Mereka menjual satu liter minyak goreng kepada warga dengan harga Rp10 ribu atau lebih murah dari harga pasaran.
"Minyak goreng masih langka. DPD PSI Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah di Kecamatan Cibarusah. Ratusan liter minyak goreng dijual dengan harga Rp10 ribu per liter. Hadir kerja untuk rakyat!" bunyi cuitan di akun Twitter DPP PSI, Senin (7/2).
Tapi ternyata aksi sosial PSI kepada warga itu tetap menuai pertanyaan netizen. Mereka mempertanyakan asal stok ratusan liter minyak goreng yang dijual murah ke warga tersebut.
Salah satu warganet juga turut mempertanyakan stok minyak goreng yang dimiliki DPD PSI Kabupaten Bekasi tersebut. "Kok bisa dapet ratusan liter sih nder? Netijen penasaran," tanya @rizkidxxxx.
Merespons persoalan tersebut, Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, Muhammad Syahril pun buka suara. Syahril mengaku mendapatkan ratusan liter minyak goreng tersebut dari pedagang tradisional di wilayahnya. Ia mengaku membeli ratusan liter minyak goreng itu dari 10 pedagang lebih secara bergantian dan dengan harga normal pasaran per liter.
"Lebih dari 10 pedagang kami beli secara bergantian, dan harga yang kami bayar juga harga jual saat ini (bukan harga subsidi pemerintah). Rata-rata kami beli minyak goreng dari para pedagang dengan harga 17 ribu hingga 18 ribu per liter," katanya.
"Lalu setelah kami beli, kami menjual kembali dengan harga yang kami subsidi. Kurang lebih 7 ribu sampai 8 ribu kami subsidi per liter, bahkan di salah satu kegiatan kami subsidi sampai 10 ribu per liter. Adapun dana untuk subsidi tersebut adalah hasil urunan dari pengurus, kader dan juga simpatisan yang secara rutin mengirimkan donasi ke rekening DPD PSI Kabupaten Bekasi. Dan puji syukur alhamdulillah sampai saat ini sudah hampir 2.000 liter kami jual dengan harga subsidi," pungkas Syahril.
(wk/amel)