Ukraina Hilang Kontak dengan Sistem Pemantauan Pembangkit Nuklir Chernobyl Usai Diduduki Rusia
Dunia

IAEA mengatakan jika regulator Ukraina telah kehilangan kontak dengan sistem pemantauan pengamanan di pembangkit nuklir Chernobyl di tengah invasi Rusia.

WowKeren - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan pada Selasa (8/3) jika mereka telah kehilangan kontak dengan sistem pemantauan pengamanan di pembangkit nuklir Chernobyl. Dalam sebuah pernyataan, pengawas internasional mengatakan jika regulator Ukraina telah kehilangan komunikasi email pada Selasa.

Itu terjadi setelah pasukan Rusia mengambil kendali pabrik pada awal invasi pada 24 Februari. Regulator Ukraina adalah satu-satunya yang dapat berkomunikasi dengan pembangkit listrik di lokasi tersebut, yang pernah mencatat bencana nuklir pada 1986 silam.

"Badan sedang mencari status sistem pemantauan pengamanan di lokasi lain di Ukraina," kata IAEA. "Dan akan segera memberikan informasi lebih lanjut."

Badan tersebut mengatakan jika pembangkit nuklir Chernobyl yang menampung reaktor yang dinonaktifkan serta fasilitas limbah radioaktif saat ini tidak beroperasi. Begitu juga dengan penanganan bahan nuklir yang telah dihentikan.


Sebelumnya, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi juga menyatakan keprihatinannya terkait perubahan jadwal shift para pekerja di sana. Regulator Ukraina mengatakan bahwa telah menjadi hal yang penting dan mendesak bagi 210 personel teknis dan penjaga yang bekerja di pabrik untuk melakukan rotasi shift sejak invasi.

Regulator mengatakan bahwa staf memiliki akses ke makanan, air dan obat-obatan sampai batas tertentu. Namun, situasi untuk staf kian memburuk. Untuk itu, Grossi meminta pasukan yang mengendalikan lokasi secara efektif untuk segera memfasilitasi rotasi personel.

"Saya sangat prihatin dengan situasi sulit dan penuh tekanan yang dihadapi staf di pembangkit nuklir Chernobyl dan potensi risiko yang ditimbulkannya untuk keselamatan nuklir," kata Grossi. "Saya meminta pasukan yang mengendalikan lokasi secara efektif untuk segera memfasilitasi rotasi personel yang aman di sana."

Regulator Ukraina mengatakan bahwa delapan dari 15 reaktor nuklir di negara itu masih beroperasi. Dua di antaranya adalah yang ada di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia setelah diambil di bawah kendali pasukan Rusia pekan lalu. PLTN tersebut sempat mengalami kebakaran namun berhasil dipadamkan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait