Forum Orangtua SBM ITB khawatir dengan masa depan anak mereka usai perkuliahan mereka terbengkalai. Oleh sebab itu, mereka mengaku siap menempuh jalur hukum apabila tidak ada penyelesaian yang baik dari pihak yang berkonflik.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 11 Maret 2022 - 12:48 WIB
WowKeren - Dosen Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) diketahui tengah berkonflik dengan Rektor ITB. Konflik tersebut telah mengakibatkan gangguan terhadap layanan pendidikan di SBM ITB hingga dinilai merugikan mahasiswa.
Forum Orangtua SBM ITB bahkan menyatakan bahwa psikologis para mahasiswa terguncang akibat konflik antara dosen dan rektor tersebut. "Jangankan dosen, para mahasiswanya juga sama terguncang. Seperti anak saya," tutur perwakilan Forum Orangtua SBM ITB, Ir Ali Nurdin, Kamis (10/3).
Meski demikian, Ali yang juga merupakan alumni ITB mengaku senantiasa menguatkan anaknya untuk tetap optimis dengan kondisi yang terjadi di kampus. Ali yakin ITB tidak akan menelantarkan mahasiswanya.
"Saya bilang ke anak saya untuk sabar dan yakin masalah akan berlalu, karena saya juga alumni ITB," paparnya. "Karena ITB itu institusi besar sehingga saya yakin tidak mungkin akan menelantarkan mahasiswanya."
Sementara itu, Forum Orangtua SBM ITB khawatir dengan masa depan anak mereka usai perkuliahan mereka terbengkalai. Oleh sebab itu, mereka mengaku siap menempuh jalur hukum apabila tidak ada penyelesaian yang baik dari pihak yang berkonflik.
"Kami menuntut pihak MWA (Majelis Wali Amanat) ITB segera menyelesaikan masalah ini, apabila dalam waktu lima hari kerja permasalahan ini masih tidak selesai dan berlarut-larut maka kami akan menempuh jalur hukum," ujar Ali.
Menurut Ali, perwakilan orangtua mahasiswa SBM ITB sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan MWA ITB pada 21 Desember 2021 lalu. Dalam pertemuan tersebut, MWA ITB telah menjamin bahwa kualitas dan layanan pendidikan tidak akan berubah meski terjadi pencabutan otonomi pengelolaan pendidikan di SBM ITB.
"MWA juga menyatakan telah meminta kepada Rektor ITB untuk segera menyelesaikan masalah di SBM ITB. Atas anjuran dari MWA kami orangtua juga sudah mengirim surat permohonan audiensi dengan Rektor ITB," ungkapnya.
Meski demikian, surat permohonan tersebut rupanya belum direspons oleh Rektor ITB hingga saat ini. Ali sendiri menilai pencabutan otonomi pengelolaan pendidik yang menjadi sumber konflik tersebut tidak memenuhi Statuta ITB.
"Kami kecewa dengan sikap Rektor ITB yang tidak aspiratif terhadap orang tua mahasiswa serta stakeholder lainnya. Kami menilai kebijakan Rektor ITB mencabut otonomi itu tidak memenuhi Statuta ITB mengenai prinsip penyelenggaraan pendidikan tinggi," pungkasnya.
(wk/Bert)