IMF mengatakan bahwa sanksi telah menyebabkan ekonomi Rusia berkontraksi, menyusutkan pendapatan dan daya beli publik bersama dengan depresiasi rubel.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 14 Maret 2022 - 13:19 WIB
WowKeren - Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan perkiraannya terkait kondisi ekonomi Rusia. Pada Minggu (13/3), mereka memperkirakan Moskow akan mengalami resesi yang dalam akibat sanksi yang diterapkan terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.
Serangkaian sanksi yang diterima Moskow telah berdampak parah pada populasi dan ekonominya. Direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan kepada CBS bahwa sanksi telah menyebabkan ekonomi Rusia berkontraksi, menyusutkan pendapatan dan daya beli publik bersama dengan depresiasi rubel, mata uang Rusia. Ia menyebut bahwa meski Rusia memiliki sejumlah uang untuk membayar utang namun negara itu tak dapat mengaksesnya.
"Kami memperkirakan resesi yang mendalam di Rusia," ujarnya, "Dalam hal pembayaran kewajiban utang, saya dapat mengatakan bahwa kita tidak lagi menganggap default Rusia sebagai peristiwa yang tidak mungkin. Rusia memiliki uang untuk membayar utangnya, tetapi tidak dapat mengaksesnya."
Sejumlah negara telah memberlakukan sanksi kepada Rusia terkait invasinya terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu. Amerika Serikat, Kanada, 27-anggota Uni Eropa dan beberapa lainnya menjatuhkan sanksi yang luas terhadap bank-bank Rusia, oligarki dan entitas.
Beberapa perusahaan Barat juga telah menarik diri dari Rusia yang mana itu memberi pukulan berat bagi Moskow. Georgia mengatakan bahwa situasi itu tidak akan akan memicu krisis keuangan internasional untuk saat ini.
Namun, eksposur sekitar 120 miliar dolar AS di bank-bank Rusia akan mengakibatkan IMF menurunkan proyeksi tingkat pertumbuhan untuk tahun ini meskipun lembaga itu mengharapkan tetap positif. Kekhawatiran IMF sekarang terletak pada negara-negara tetangga Rusia dan Ukraina.
Hal itu mengingat hubungan ekonomi mereka dengan negara-negara yang bertikai. Mereka juga menerima beban hampir 2,7 juta pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari perang.
Selain Ukraina, dua kelompok negara lain yang menjadi perhatian IMF adalah mereka yang belum pulih dari pandemi COVID-19 dan mereka, termasuk Amerika Serikat, yang mengandalkan Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. "Perang di Ukraina berarti kelaparan di Afrika, tetapi perang di Ukraina juga memiliki implikasi sosial bagi banyak negara," katanya.
(wk/zodi)