Peluncuran Proyektil 'Tak Dikenal' Terbaru Korea Utara Berakhir Dengan Kegagalan
KCNA
Dunia

Korea Utara dilaporkan kembali meluncurkan uji coba persenjataan nuklirnya. Korut sendiri selama ini memang dikenal sebagai negara yang mengembangkan persenjataan nuklir.

WowKeren - Korea Utara selama ini memang dikenal sebagai negara yang kerap meluncurkan uji coba persenjataan nuklir. Seperti yang dilakukan baru-baru ini.

Namun negara tetangganya, Korea Selatan, melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan "proyektik tak dikenal" terbaru, namun peluncuran itu tampaknya gagal beberapa saat setelah lepas landas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan (JCS) Seoul.

"Korea Utara menembakkan proyektil yang tidak diketahui sekitar pukul 09:30 (00:30 GMT) hari ini, tetapi dianggap gagal segera setelah peluncuran," terang Kepala Staf Gabungan (JCS) dalam sebuah pernyataan, dilihat pada Rabu (16/3). "Rudal yang diduga ditembakkan dari sebuah situs dekat bandara di ibukota Korea Utara, Pyongyang."

Sebelumnya, media Jepang juga melaporkan bahwa Korea Utara telah menembakkan yang kemungkinan merupakan rudal balistik, mengutip pernyataan dari seorang pejabat Kementerian Pertahanan yang tak disebutkan identitasnya.

"Pada titik ini, penilaian kami adalah bahwa peluncuran proyektil tampaknya telah gagal karena gagal mencapai ketinggian tertentu pada fase dorongan awal," tutur seorang pejabat JCS kepada kantor berita Yonhap.


Lebih lanjut, Yonhap juga melaporkan pernyataan dari sumber yang tidak disebutkan identitasnya itu, di mana senjata tersebut bisa meledak di udara, tetapi pejabat JCS menolak berkomentar akan hal tersebut. "Untuk spesifikasi lainnya, kami memerlukan analisis terperinci karena kami tidak dapat berkomentar berdasarkan asumsi," ungkap pejabat tersebut.

Sejauh ini, Pyongyang diketahui telah melakukan rekor sembilan tes senjata sepanjang tahun 2022 ini. Adapun peluncuran uji coba senjata nuklir terbaru itu dilakukan pada 5 Maret lalu.

Mengenai hal tersebut, Korea Utar mengklaim bahwa dua dari peluncuran itu adalah "satelit pengintai". Namun Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka yakin uji coba tersebut terkait dengan sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) baru yang disebut juga sebagai "rudal monster" yang belum pernah diuji coba sebelumnya.

Sementara itu, seorang profesor di Universita Ewha di Seoul, Leif-Eric Easley mengatakan tampaknya Washington dan Seoul mengambil pendekatan yang lebih agresif untuk membuat informasi tentang tes Korea Utara menjadi publik. Menurutnya, hal ini dilakukan bertujuan untuk melawan kampanye disinformasi Pyongyang yang mengklaim uji coba rudalnya yang melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB hanyalah upaya membela diri.

"Sementara berbagi intelijen mungkin tidak menghalangi provokasi lebih lanjut, itu dapat meningkatkan persatuan internasional untuk meminta pertanggungjawaban rezim Kim dengan sanksi ekonomi," papar Easley dalam keterangannya.

"Mengatasi ancaman keamanan Korea Utara akan membutuhkan lebih dari sekadar memanfaatkan intelijen dan menyerukan kembalinya diplomasi, AS dan sekutunya perlu memperluas latihan militer dan kerja sama pertahanan rudal," tandas Easley.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait