Meta dan YouTube Hapus Video Editan Deepfake yang Bikin Presiden Ukraina Seolah-olah Sudah Menyerah
AP
Dunia
Konflik Rusia dan Ukraina

Baru-baru ini, beredar sebuah video yang menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerah kepada Rusia. Rupanya, video tersebut merupakan hoaks yang merupakan hasil editan Deepfake.

WowKeren - Serangan Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-22. Hingga kini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky masih bertahan di negaranya dan berupaya untuk menghentikan serangan Rusia.

Namun baru-baru ini, beredar sebuah video yang menunjukkan Presiden Zelensky menyerah kepada Rusia. Rupanya, video tersebut merupakan hasil editan Deepfake.

Dalam video palsu yang mulai menyebar di media sosial pada Rabu (16/3) tersebut, Zelensky tampak berbicara di podium dan meminta pembela Ukraina untuk meletakkan senjata dan kembali ke keluarga mereka. Video palsu tersebut ditampilkan di situs web media Ukraine 24 yang rupanya terkena peretasan alias hack.

"Orang Ukraina yang terhormat! Pembela yang terhormat! Menjadi presiden tidak begitu mudah. Saya harus membuat keputusan yang sulit. Pada awalnya saya memutuskan untuk mengembalikan Donbas. Saatnya menatap mata. Itu tidak berhasil. Itu hanya menjadi lebih buruk. Jauh lebih buruk. Tidak ada lagi hari esok. Setidaknya dalam diriku," ujar Zelensky palsu dalam video tersebut. "Dan sekarang aku memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal padamu. Saya menyarankan Anda untuk meletakkan senjata Anda dan kembali ke keluarga Anda. Anda seharusnya tidak mati dalam perang ini. Saya menyarankan Anda untuk hidup, dan saya akan melakukan hal yang sama."


Ukraine 24 telah mengunggah peringatan di Facebook bahwa siaran dan situs web mereka telah diretas. "Saluran TV 'Ukraina 24' dan situs web 'Today' telah diretas oleh hacker musuh dan menyiarkan pesan Zelenskyy tentang dugaan 'kapitulasi' INI PALSU! PALSU !" tulis media tersebut.

Kekinian, Facebook dan YouTube mengaku telah menghapus unggahan video Deepfake Zelensky tersebut. Juru bicara YouTube, Ivy Choi, mengatakan bahwa video dan unggahan ulangnya telah dihapus dari platform mereka karena melanggar kebijakan misinformasi perusahaan.

Sementara Kepala Kebijakan Keamanan Meta, Nathaniel Gleicher, menyatakan pihaknya telah mengidentifikasi dan menghapus video deepfake yang mengklaim telah menunjukkan Zelensky mengeluarkan pernyataan yang tak pernah dia lakukan.

"Video itu muncul di situs web yang dilaporkan disusupi dan kemudian mulai beredar di internet," jelas Gleicher dalam cuitan di akun Twitter resminya. "Kami dengan cepat meninjau dan menghapus video ini karena melanggar kebijakan kami terhadap media yang dimanipulasi menyesatkan, dan memberi tahu rekan-rekan kami di platform lain."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts