Sebenarnya, aplikasi ini pertama kali dirilis pada Juli 2016 silam. Namun aplikasi tersebut baru-baru ini menarik perhatian usai departemen pengembangan Islam pemerintah Malaysia membagikannya ke Twitter.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 17 Maret 2022 - 14:59 WIB
WowKeren - Google menarik sebuah aplikasi produksi pemerintah Malaysia dari Play Store-nya. Aplikasi yang berjanji bisa membantu "menyembuhkan" komunitas LGBT tersebut dianggap telah melanggar pedoman platform.
Sebenarnya, aplikasi ini pertama kali dirilis pada Juli 2016 silam. Namun aplikasi tersebut baru-baru ini menarik perhatian usai departemen pengembangan Islam pemerintah Malaysia membagikannya ke Twitter.
Aplikasi tersebut diklaim bisa membuat kaum LGBT untuk kembali ke keadaan alami atau kemurnian. Aplikasi tersebut juga mencakup e-book yang merinci pengalaman seorang pria gay yang "meninggalkan perilaku homoseksual" selama Ramadhan.
"Setiap kali sebuah aplikasi ditandai kepada kami, kami menyelidiki kebijakan Play Store kami dan jika pelanggaran ditemukan, kami mengambil tindakan yang tepat untuk mempertahankan pengalaman tepercaya untuk semua," demikian pernyataan Google kepada The Guardian, dikutip Kamis (17/3).
Aplikasi tersebut kini telah dihapus dari Play Store. Pedoman Play Store tidak mengizinkan aplikasi "yang berusaha menipu pengguna atau memungkinkan perilaku tidak jujur, termasuk namun tidak terbatas pada aplikasi yang dianggap tidak mungkin berfungsi." Adapun departemen pengembangan Islam Malaysia masih belum memberikan komentar terkait hal ini.
Sementara itu, peneliti Amnesty International Malaysia, Rachel Chhoa-Howard, menilai materi semacam itu berbahaya dan penuh kebencian. Menurutnya, terapi konversi yang diterapkan kepada kaum LGBT sangat berbahaya.
"Terapi konversi adalah praktik yang sangat diskriminatif dan berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang bagi mereka yang tunduk padanya. Itu telah dikriminalisasi di banyak negara," paparnya. "Kami meminta pihak berwenang Malaysia untuk segera meninggalkan penggunaan Hijrah Diri, dan sebagai gantinya memastikan penghormatan dan perlindungan hak-hak LGBTI di negara ini."
Sebagai informasi, Play Store sebelumnya juga sudah pernah menghapus aplikasi serupa yang mempromosikan "terapi konversi" untuk kalangan LGBT pada tahun 2019. Aplikasi dari grup Living Hope Ministries yang berbasis di AS itu memberi kesan seolah para pengguna dapat "berdoa untuk menjauhkan kaum gay".
(wk/Bert)