SoftBank Bantah Batal Investasi di Proyek IKN Karena Politik, Kepala Otorita Minta Tak Khawatir
Bloomberg
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Calon investor di proyek pembangunan IKN Nusantara yakni SoftBank Group asal Jepang telah menyatakan mundur. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Kepala Otorita IKN.

WowKeren - Seperti yang diketahui, pihak SoftBank Group asal Jepang sebelumnya telah mengatakan tidak akan berinvestasi dalam proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Namun kini muncul dugaan bahwa alasan batalnya berinvestasi itu lantaran situasi politik di Indonesia saat ini.

Namun hal tersebut lantas dibantah oleh Representative Director & Chairman SoftBank Corp, Ken Miyauchi. Ken mengatakan bahwa batalnya investasi di proyek IKN Nusantara itu lantaran alasan bisnis, bukan politik di Indonesia. Ia menuturkan pihaknya memiliki pertimbangan dalam hal Return of Investment (ROI) atau tingkat pengembalian investasi.

"Dari segi waktu dan besar return investment itu sendiri," ujar Ken dalam keterangan tertulisnya, dilihat pada Sabtu (19/3). Ia menyebut bahwa ada rencana pengalihan pendanaan investasi di Indonesia.

Ken menuturkan bahwa investasi yang direncanakan untuk proyek pembangunan IKN akan dialihkan ke proyek investasi lainnya di Indonesia. Pihaknya menegaskan akan tetap mendukung pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia.


Ken mengungkapkan salah satu provinsi yang menjadi target SoftBank untuk berinvestasi terhadap perusahaan rintisan adalah Provinsi Sumatera Barat. Sebagai informasi, SoftBank merupakan investor utama di Indonesia. Sahamnya diketahui tersebar di berbagai perusahaan rintisan atau startup seperti "GoTo" dan "Grab" yang berbasis di Singapura.

Menanggapi mundurnya SoftBank dari investasi proyek IKN, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir. Ia meyakini bahwa dengan membangun struktur Otorita IKN yang baik, maka investor akan datang dengan sendirinya.

"Mitra-mitra itu berbagai macam. Ada institusi besar, ada yang tingkatnya menengah, ataupun juga investor yang kelasnya juga mungkin hanya pada satu sektor atau pada satu jenis tertentu," ujar Bambang dalam keterangannya, Sabtu (19/3). "Misalnya investor dalam pendidikan, kesehatan, atau komersil area."

Bambang pun mengatakan bahwa mundurnya SoftBank sebagai calon investor itu merupakan hal biasa yang terjadi di dunia investasi. Meski begitu, ia yakin bahwa nantinya akan ada banyak investor yang berinvestasi dan ikut serta dalam pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts