Ditinggal SoftBank, Luhut Ungkap Ada 5 Negara yang Siap Danai Proyek IKN Nusantara
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berbagi kabar mengenai perkembangan investasi proyek INK. Ditinggal SoftBank, Ada banyak pihak yang tertarik danai proyek IKN?

WowKeren - Kabar soa SoftBank yang mundur dan tak jadi menggelontorkan Investasi USD 100 Miliar sempat menjadi perbincangan. Meski begitu, pemerintah menegaskan hal itu tidak akan menghalangi pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap bahwa saat ini terdapat beberapa calon investor yang akan mendanai proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini menyusul mundurnya SoftBank dari proyek tersebut. Luhut menjelaskan jika sejauh ini terdapat investor dari lima negara yang siap mendanai pembangunan IKN Nusantara.

"Jadi, kalau tidak salah hitung ada lima negara yang siap (mendanai) IKN," ujar Luhut pada Minggu (20/3) di Banyuwangi.

Luhut menambahkan bahwa soal investor ibu kota baru sudah tidak ada masalah. Luhut menjelaskan bahwa saat ini pejabat terkait rencana investor dari Uni Emirat Arab (UEA) telah mengucurkan investasi sebesar 20 miliiar dolar AS untuk proyek IKN Nusantara.


“Negosiasi terus dilakukan oleh Pemerintah RI. Negosiasi awal untuk lima negara itu dilakukan terlebih dahulu terhadap negara Arab Saudi, Abu Dhabi, dan China. Tak hanya itu, pemerintah juga masih optimis adanya pendanaan proyek IKN dibiayai oleh investor lokal,” beber Menko Marves Luhut.

Sebelumnya Luhut mengabarkan bahwa SoftBank yang berasal dari negara Jepang telah menyatakan mundur dari investasi IKN. Karena itu, kini dewan pengarah diisi oleh Putra Mahkota UEA Mohamed bin Zayed (MBZ) dan mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007, Tony Blair.

"Dari pengusaha lokal kita juga banyak yang mau. Sementara dari pemerintah Saudi nanti kita lihat lagi negosiasi, terus nanti mungkin dari konsorsium Abu Dhabi dengan Tiongkok. Nanti seterusnya kita lakukan negosiasi dengan negara lain," pungkas Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada Jumat (11/3) lalu, SoftBank diketahui mengumumkan mundur dan tidak akan berinvestasi dalam proyek IKN. Muncul dugaan bahwa alasan batalnya investasi itu lantaran situasi politik di Indonesia saat ini. Namun kabar itu sudah dibantah oleh pihak SoftBank.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts