Rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara tersebut dilaporkan mencapai zona ekonomi eksklusif Jepang di Laut Jepang di lepas pulau Hokkaido pada Kamis (24/3).
- Bertilia Puteri
- Kamis, 24 Maret 2022 - 20:18 WIB
WowKeren - Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan bahwa Korea Utara telah menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru pada Kamis (24/3). ICBM Korut tersebut dilaporkan mencapai zona ekonomi eksklusif Jepang di Laut Jepang di lepas pulau Hokkaido.
Tidak ada laporan kerusakan pesawat atau kapal di Jepang karena peluncuran rudal tersebut. Menurut seorang pejabat pemerintah, jarak tersebut merupakan yang paling dekat dengan kepulauan Jepang yang telah dicapai rudal Korea Utara sejauh ini. Pemerintah Jepang juga mengindikasikan bahwa rudal tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk mencapai Pantai Timur Amerika Serikat jika sudut peluncurannya diubah.
ICBM jenis baru itu ditembakkan dari daerah Sunan di Pyongyang pada Kamis pukul 14.33 dan jatuh di perairan Jepang pada pukul 15.44. Menurut pemerintah Jepang dan Korea Selatan, rudal tersebut terbang sekitar 1.100 kilometer dan mencapai ketinggian 6.200 kilometer selama 71 menit penerbangannya.
Ini merupakan peluncuran ICBM pertama oleh Korut sejak November 2017 dan menandai berakhirnya moratorium peluncuran ICBM sejak April 2018. Dalam beberapa bulan terakhir, Pyongyang memang telah menyiratkan bahwa mereka dapat melanjutkan uji coba nuklir dan ICBM.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengecam keras peluncuran ICBM itu dan menyebutnya "sembrono" serta "tidak dapat diterima". Kishida mengatakan dia ingin mengkonfirmasi koordinasi di antara para anggota G7 dalam menanggapi peluncuran rudal balistik berulang Korut yang dinilai telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, seorang pejabat kementerian mengatakan bahwa perkiraan waktu penerbangan dan ketinggian pada titik tertinggi yang dicapai ICBM hari ini menjadikannya rudal terpanjang dan tertinggi yang pernah diterbangkan Korut. Pada November 2017, Korut meluncurkan ICBM yang terbang selama 53 menit dengan ketinggian lebih dari 4.000 kilometer.
Di sisi lain, Amerika Serikat "sangat mengutuk" uji coba rudal balistik jarak jauh Korut tersebut. AS menyebutnya sebagai "pelanggaran berani" terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan.
"Kami mendesak semua negara untuk meminta pertanggungjawaban DPRK atas pelanggaran semacam itu," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataannya.
Presiden Korsel Moon Jae In juga ikut mengutuk peluncurkan tersebut. Presiden Moon mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional bahwa pemimpin Korut Kim Jong Un melanggar moratorium tes ICBM yang diberlakukan sendiri.
"Presiden secara serius mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan tindakan yang menimbulkan ketegangan dan kembali ke jalur penyelesaian diplomatik melalui pembicaraan sesegera mungkin," demikian keterangan kantor kepresidenan Korsel.
(wk/Bert)