Nama pawang hujan Rara Istiati Wulandari yang beraksi di ajang MotoGP Mandalika sempat ramai diperbincangkan dan bahkan masuk jajaran trending topic Twitter selama berhari-hari.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 25 Maret 2022 - 17:26 WIB
WowKeren - Aksi ritual pawang hujan menjadi salah satu momen yang banyak disorot dalam ajang balap bergengsi MotoGP Mandalika 2022. Nama pawang hujan Rara Istiati Wulandari langsung ramai diperbincangkan dan bahkan masuk jajaran trending topic Twitter selama berhari-hari.
Fenomena ini lantas ditanggapi oleh pakar manajemen dan Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia, Profesor Rhenald Kasali. Menurutnya, pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika merupakan suatu trik marketing yang cerdas hingga menjadi bahan perbincangan di seluruh dunia.
Aksi ritual pawang hujan Rara turut menarik perhatian para pembalap MotoGP yang berlaga. "Kemarin atletnya terpancing dan ikut-ikutan, itu bagus banget karena di negara lain tidak seperti itu," ujar Rhenald dilansir detikcom pada Jumat (25/3).
Lebih lanjut, Rhenald menilai pawang hujan adalah salah satu budaya Indonesia yang "dijual" untuk menarik perhatian dunia. Diharapkan jumlah turis asing yang datang ke Indonesia, baik untuk berwisata maupun menonton MotoGP, bisa lebih banyak.
Menurut Rhenald, tidak aneh jika Indonesia memperkenalkan budaya yang dimilikinya sendiri dalam event internasional sekelas MotoGP. Termasuk juga pawang hujan yang sudah bisa dibilang menjadi tradisi di Indonesia.
Diketahui, jasa pawang hujan kerap digunakan untuk mengantisipasi cuaca saat suatu event berlangsung. Biasanya, aksi pawang hujan dilakukan tanpa sepengetahuan publik, namun hal sebaliknya justru terjadi di ajang MotoGP Mandalika.
"Justru kalau dia diam-diam itu bukan gimmick marketing, dia biar kelihatan turis, menurut saya itu sah, malah pinter, malah smart gitu semua mata tertuju ke sana," paparnya.
Sebagai informasi, Rara sempat berjalan dan melakukan ritual pawang hujan di pitlane Sirkuit Mandalika saat balapan MotoGP tertunda akibat hujan lebat. Padahal tidak semua orang bisa berjalan di pitlane sirkuit. Mengingat Dorna Sports selaku pengelola MotoGP menerapkan aturan yang ketat.
Rara lantas mengungkapkan bahwa pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Dorna lah yang memintanya untuk masuk ke pitlane MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3) lalu. "MGPA dan Dorna (yang meminta saya masuk ke pitlane)," ungkap Rara kepada CNN Indonesia, Selasa (22/3).
(wk/Bert)