Taliban Batalkan Pendidikan Bagi Perempuan di Afghanistan, AS Urungkan Pengakuan Diplomatik
Dunia

AS bersama negara lainnya sebelumnya telah berencana untuk mengakui Taliban secara diplomatik, seiring dengan kelompok tersebut berjanji akan membuka sekolah menengah bagi perempuan di Afghanistan.

WowKeren - Sebelumnya, pemerintahan Taliban di Afghanistan telah mengumumkan bahwa sekolah menengah untuk perempuan akan ditutup. Hal ini tentu saja mengejutkan seluruh perempuan, pasalnya diumumkan hanya beberapa jam setelah sekolah dibuka kembali untuk pertama kalinya setelah tujuh bulan.

Di sisi lain, Taliban juga mengajukan pengakuan pemerintahannya secara diplomatik. Menanggapi hal ini, Amerika Serikat (AS) diketahui telah siap untuk menempatkan Taliban di jalan menuju pengakuan diplomatik.

Akan tetapi, rencana tersebut diurungkan AS lantaran secara tiba-tiba Taliban mengingkari janjinya untuk kembali membuka dan mengizinkan perempuan di Afghanistan kembali bersekolah. Atas sikap Taliban yang plin plan, kemudian memicu kemarahan dan kebingungan internasional pada Rabu (23/3), yang secara tiba-tiba mencabut izin sekolah bagi perempuan di Afghanistan.

Padahal, para diplomat AS sangat optimis bahwa Taliban akan memenuhi janjinya bahwa acara bersama telah direncanakan menjelang Forum Doha akhir pekan ini di Qatar yang akan memulai proses untuk memberikan pengakuan diplomatik kepada kelompok itu.

Bahkan, sebuah kursi telah disediakan untuk Taliban di sebuah panel di forum yang didedikasikan untuk pendidikan anak perempuan di mana perwakilan Taliban akan membahas peran perempuan dengan aktivis perempuan Afghanistan. Namun dengan adanya pembalikan secara tiba-tiba merusak argumen bahwa kepemimpinan yang lebih "moderat" sekarang mendominasi Taliban.


Tak hanya itu, penilaian tersebut juga semakin menghilang, ketika Taliban memerintahkan stasiun televisi Afghanistan untuk menghapus buletin berita BBC di Pashto, Persia dan Uzbekistan. Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (27/3), BBC mengatakan bahwa hal tersebut merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan pada saat ketidakpastian dan turbulensi bagi rakyat Afghanistan.

"Lebih dari 6 juta warga Afghanistan mengonsumsi jurnalisme independen dan imparsial BBC di TV setiap minggu," bunyi pernyataan BBC. Sementara pejabat Barat bahwa pengakuan diplomatik tidak akan mungkin terjadi kecuali keputusan tentang pendidikan anak perempuan dibalik.

Adapun langkah itu diambil juga untuk akan mempersulit komunitas internasional untuk mengumpulkan uang untuk konferensi penjaminan internasional minggu depan, dan membutuhkan penanganan yang lebih ketat dari setiap uang yang terkumpul agar tidak disalahgunakan.

"Saya terkejut dengan perubahan haluan Rabu lalu dan dunia telah bereaksi terhadapnya dengan mengutuk langkah ini. Ini adalah pelanggaran pertama dan terutama dari kepercayaan rakyat Afghanistan," ujar Thomas West selaku utusan khusus AS untuk Afghanistan.

"Saya percaya harapan tidak semuanya hilang. Saya berharap kita akan melihat pembalikan keputusan itu dalam beberapa hari mendatang," lanjut West. Meski demikian, ia membela keterlibatan AS dengan Taliban dengan mengatakan bahwa pemutusan diplomatik total akan berarti menelantarkan 40 juta warga Afghanistan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan kelaparan di negara itu.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait