El Salvador Tarik Keadaan Darurat Hingga Pengetatan Penjara Imbas Marak Pembunuhan Dalam Sepekan
Pexels/cottonbro
Dunia

Setelah berhasil meringkus ratusan tersangka geng atas kasus dugaan pembunuhan, pemerintah El Salvador memerintahkan untuk mengunci penjara serta memberlakukan keadaan darurat.

WowKeren - El Salvador selama sepekan terakhir ini diketahui dihantui oleh geng pembunuhan. Meski demikian, kini pemerintah El Salvador mengatakan telah menangkap lebih dari 600 tersangka ges dan memerintahkan pengurangan makanan untuk narapidana, setelah marak aksi pembunuhan selama sepekan terakhir.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mengumumkan keadaan darurat dan mengunci penjara setelah 87 pembunuhan terjadi sejak Jumat (25/3) lalu. Angka ini meningkat dari Februari yang mencapai 79 kasus pembunuhan.

Pihak berwenang pun menyebut bahwa kasus pembunuhan tersebut merupakan tanggung jawab dari pada anggota geng itu. Pada Senin (28/3), pihak berwenang mengatakan bahwa tentara dan polisi telah menggerebek benteng geng di sekitar San Salvador.

Sementara itu, Presiden Nayib Bukele mengatakan bahwa mereka yang ditahan tidak akan dibebaskan, serta memerintahkan agar makanan untuk narapidana geng di penjara-penjara Salvador akan dikurangi menjadi dua kali makan per hari, tampaknya untuk memperpanjang persediaan makanan saat ini untuk memberi makan para tahanan baru juga.

"Jangan berpikir mereka akan dibebaskan," ujar Bukele melalui akun Twitter-nya. "Kami akan menjatah makanan yang sama, yang kami berikan sekarang (kepada narapidana)."


"Dan jika masyarakat internasional khawatir tentang malaikat kecil mereka, mereka harus datang dan membawakan mereka makanan, karena saya tidak akan mengambil uang anggaran dari sekolah untuk memberi makan para teroris ini," lanjut Bukele.

Mengingat bahaya meningkat, Kongres El Salvador pun akhirnya mengabulkan permintaan Bukele untuk mengumumkan keadaan darurat pada Minggu (27/3) pagi, di tengah gelombang pembunuhan.

Keadaan darurat tersebut menangguhkan jaminan konstitusional kebebasan berkumpul dan melonggarkan aturan penangkapan selama tiga puluh hari, tetapi dapat diperpanjang kembali.

Adapun keputusan tersebut juga memungkinkan para tersangka ditahan tanpa pengacara hingga 15 hari, dan memungkinkan polisi untuk menggeledah ponsel dan pesan. Pembunuhan tersebut juga diduga terkait dengan geng jalanan yang memang terkenal di negara tersebut, secara efektif mengendalikan banyak lingkungan di ibu kota.

Sebelumnya, Bukele juga memerintahkan kepala penjara El Salvador untuk segera melakukan penguncian 24/7 terhadap narapidana geng di sel mereka. "Mereka tidak boleh keluar, bahkan ke teras, karena tindakan Anda, sekarang homeboy Anda tidak akan melihat satu pun sinar matahari," tegas Bukele.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait