Korsel 'Balas' Menguji Roket Luar Angkasa Sepekan Setelah Korut Luncurkan Rudal Balistik ICBM
Pexels/SpaceX
Dunia

Seperti yang diketahui, Korea Utara memang kerap meluncurkan uji coba rudal balistik, seperti yang terjadi pada pekan lalu. Kini giliran Korea Selatan meluncurkan roket.

WowKeren - Korea Selatan belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya melakukan peluncuran roket berbahan bakar padat pertama yang berhasil dalam apa yang disebutnya sebagai langkah besar menuju memperoleh kemampuan pengawasan ruang angkasa di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung yang terbagi.

Adapun pelucuran roket tersebut diketahui berlangsung pada Rabu (30/3), yang juga bertepatan enam hari setelah Korea Utara mengatakan telah melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pertamanya sejak 2017, yang terbaru dalam serangkaian uji coba senjata sejak awal tahun 2022 ini.

Sementara untuk peluncuran roket Korsel itu diketahui berlangsung dari Taean, 150 Km barat daya Seoul. Peluncuran ini turut dihadiri secara langsung oleh Menteri Pertahanan Korsel Suh Wook dan pejabat pertahanan senior lainnya, dengan foto-foto yang menunjukkan roket itu membubung ke langit sebelum melepaskan satelit tiruan di luar angkasa.

Peluncuran roket tersebut mendapat respons positif dari Kementerian dengan menyebutnya sebagai uji coba yang berhasil menandai "tonggak penting" dalam meningkatkan kemampuan pengintaian dan pengawasan berbasis ruang angkasa independen Korsel.


Korea Selatan saat ini disebut tidak memiliki satelit pengintai militer sendiri dan bergantung pada satelit mata-mata Amerika Serikat (AS) untuk memantau fasilitas strategis di Korea Utara. Sebagaimana diketahui, Pyongyang telah melakukan serangkaian uji coba senjata sejak awal tahun, dan seminggu yang lalu menguji apa yang dikatakan sebagai ICBM baru.

Adapun peluncuran uji coba ICBM oleh Korea Utara itu disebut mengakhiri moratorium yang diberlakukan sendiri pada uji coba senjata besar, melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu mungkin akan melanjutkan uji coba senjata nuklir berikutnya.

Peluncuran tersebut diduga menggunakan ICBM Hwasong-15 pada awal pekan, dibandingkan dengan Hwasong-17 yang lebih besar dan jarak jauh yang diklaim Pyongyang telah diuji oleh Utara. Rudal tersebut dinilai terbang lebih jauh dan lebih lama daripada peluncuran Korea Utara sebelumnya, menempatkan semua daratan AS dalam jarak serangan potensial.

"Datang pada waktu yang sangat genting setelah Korea Utara mencabut moratorium uji coba senjata, peluncuran uji coba kendaraan peluncuran luar angkasa berbahan bakar padat yang sukses ini merupakan tonggak penting dalam upaya militer kami untuk (membangun) sistem pengawasan berbasis ruang sepihak dan meningkatkan kemampuan pertahanan," bunyi pernyataan Korea Selatan, dikutip Kamis (31/3).

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait