Pemecatan Terawan Berbuntut Seruan Pembubaran, IDI Beri Reaksi Santai
Instagram/kemenkes_ri
Nasional

Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Rahmat Handoyo mengungkapkan bahwa seruan pembubaran IDI tersebut datang dari para anggota dewan dan juga sejumlah kalangan masyarakat.

WowKeren - Rekomendasi pemberhentian mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto secara permanen dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menuai polemik. Sejumlah anggota DPR RI bahkan telah menyampaikan kritik kepada IDI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi IX dengan IDI pada Senin (4/4).

Beberapa anggota dewan bahkan ada yang menyerukan pembubaran IDI. "Bubarin saja IDI, ngapain, cuma organisasi profesi kok. Dan IDI itu cuma memberikan rekomendasi. Sama dengan Komisi IX, kami tidak bisa memberikan sanksi ke pemerintah, hanya memberikan rekomendasi. Boleh dipakai boleh tidak," tutur anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago.

Irma meminta agar IDI tidak semena-mena memberhentikan anggotanya, terutama mereka yang telah terbukti membantu masyarakat. Menurut Irma, Terawan sendiri memenuhi spesifikasi melayani masyarakat seperti tujuan organisasi IDI.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Rahmat Handoyo. Menurut Rahmat, seruan pembubaran IDI tersebut datang dari para anggota dewan dan juga sejumlah kalangan masyarakat.


"Saya menyampaikan dengan dimulai dua kata dulu. Bubarkan IDI. Itu bukan dari saya, tapi itu introspeksi dari ketua umum dan anggota lain, itu suara rakyat, suara trending topic, suara netizen begitu menggelora bubarkan IDI," paparnya.

Menanggapi banyaknya seruan pembubaran, IDI lantas buka suara. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, Adib Khumaidi menegaskan bahwa organisasinya akan tetap ada meski banyak pihak mendesak pembubaran.

"Jadi saya kira hal-hal yang berkaitan dengan ketentuan organisasi di dalam kaitannya dengan di negara juga disebutkan dalam undang-undang praktik kedokteran. Ada hasil keputusan MK juga," jelas Adib di Kompleks Parlemen Senayan, Senin. "Saya kira kita tetap, IDI tetap akan selalu ada untuk masyarakat Indonesia."

Lebih lanjut, Adib menegaskan bahwa IDI akan tetap menerima kritik dari masyarakat. Berkaca dari polemik pemecatan Terawan, IDI juga akan melakukan perbaikan dalam internal organisasi.

"Tapi sekali lagi, tentunya ada transformasi organisasi secara internal yang juga akan kami perbaiki," tuturnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait