Jokowi Minta Tak Ada Lagi Pihak Suarakan Penundaan Pemilu Atau Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Instagram/jokowi
Nasional

Presiden Jokowi juga meminta jajarannya untuk merumuskan kebijakan yang tepat dengan memperhatikan hal detail. Menurutnya, rakyat terus mengawasi kinerja pemerintah.

WowKeren - Isu perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024 belakangan ini ramai diperbincangkan. Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara dan meminta agar tidak ada lagi yang membicarakan dua isu tersebut.

"Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi, mengenai urusan penundaan perpanjangan, ndak. Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan, terima kasih," ujar Jokowi dalam sidang rapat kabinet paripurna pada Selasa (5/4). Rekaman sidang kabinet tersebut baru dibagikan oleh Biro Setpres Istana pada Rabu (6/4) hari ini.

Menurut Jokowi, situasi global saat ini sedang sulit sehingga seluruh menteri dimintanya untuk berfokus mengatasi masalah tersebut. Selain itu, Jokowi juga meminta para menteri untuk mengkomunikasikan situasi yang mereka hadapi kepada rakyat.

"Sekali lagi jelaskan situasi global yang sedang sangat sulit, sampaikan dengan bahasa rakyat dan langkah yang sudah diambil pemerintah itu apa dalam menghadapi krisis dan kenaikan inflasi," paparnya.


Lebih lanjut, Jokowi berpesan agar jajarannya jangan sampai menciptakan polemik di tengah masyarakat. "Jangan menimbulkan polemik di masyarakat fokus kepada bekerja dalam pemahaman, kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta jajarannya untuk merumuskan kebijakan yang tepat dengan memperhatikan hal detail. Menurutnya, rakyat terus mengawasi kinerja pemerintah.

"Kalau kerja enggak detail dan kerja enggak betul-betul diliat, dan kita ini diam semuanya enggak ada statement, hati hati. Dianggap kita ini enggak ngapa-ngapain, enggak kerja. Atau mungkin juga enggak ngapa-ngapain mungkin enggak kerja," tuturnya.

Tak hanya soal kebutuhan pokok, Jokowi juga meminta para menteri untuk mengantisipasi arus mudik Idul Fitri tahun ini. "Harus mulai dihitung betul, ini kalau yang saya tangkap di bawah, ini semuanya mau mudik semua, jadi persiapannya harus ekstra," tukasnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ia terima, kurang lebih ada 79 juta orang akan mudik pada Lebaran tahun ini. Adapun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 telah menerbitkan Surat Edaran yang mengatur pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes COVID-19, baik RT-PCR maupun rapid test antigen, jika telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga alias booster.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait