Kekhawatiran Akan 'Twindemic' Meningkat di Australia Jelang Musim Dingin
Unsplash/Road Trip with Raj
Dunia

Musim dingin kian dekat dan hal itu memunculkan kekhawatiran yang berkembang bahwa Australia akan menghadapi serangan ganda dari infeksi COVID-19 dan kasus influenza.

WowKeren - Australia telah melonggarkan pembatasannya terkait COVID-19. Ketika negara ini keluar dari cengkeraman pandemi COVID-19 selama lebih dari dua tahun, para ahli kini memperingatkan kedatangan "twindemic".

Musim dingin kian dekat dan hal itu memunculkan kekhawatiran yang berkembang bahwa Australia akan menghadapi apa yang disebut gelombang "flurona" yakni serangan ganda dari infeksi COVID-19 dan kasus influenza. Menurut penelitian dari The Lancet, meski kemungkinan tertular keduanya secara bersamaan rendah, infeksi ganda menimbulkan risiko yang jauh lebih besar bahkan kematian bagi pasien.

Ada risiko kematian dua kali lipat bagi mereka yang akhirnya dirawat di rumah sakit. Penelitian pada hewan juga menunjukkan infeksi ganda dapat merusak jaringan paru-paru dan menyebabkan cairan pada paru-paru. Wakil Direktur Pusat Kolaborasi dan Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia tentang Influenza Ian Barr menjelaskan bahwa lonjakan kasus flu diperkirakan akan terjadi imbas dibuka kembali perbatasan ditambah dengan pelonggaran langkah-langkah kesehatan masyarakat.


Pada saat yang sama, kasus COVID-19 diperkirakan akan melonjak selama bulan-bulan yang lebih dingin. "Kemungkinan besar kita akan melihat COVID-19 dan influenza beredar pada waktu yang sama di musim dingin ini," tulis Prof Barr di The Conversation.

"Sejarah memberitahu kita bahwa setelah dua musim influenza rendah atau tidak ada sirkulasi, kita harus mengharapkan musim yang lebih parah," lanjutnya. "Itu karena mayoritas orang tidak divaksinasi influenza setiap tahun dan kekebalan alami orang setelah infeksi akan berkurang."

Kendati demikian, masih belum diketahui secara pasti apakah musim flu Australia akan menyerang di musim dingin. Prof Barr mengklaim bahwa pola yang tampak di tempat lain di seluruh dunia menunjukkan itu bisa tiba di musim semi atau lebih lambat.

Oleh sebab itu, ia menekankan agar orang-orang mau memperhatikan untuk menjaga diri mereka sendiri. Sebab, setiap orang bisa terkena penyakit influenza. "Namun, beberapa kelompok usia dan beberapa orang dengan penyakit yang mendasarinya cenderung menderita konsekuensi yang lebih parah jika terinfeksi influenza," paparnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait