Herd Immunity Masih Belum Terbentuk di Indonesia, Kemenkes Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus COVID
AFP/JIJI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa herd immunity masih belum terbentuk di Indonesia. Hal itu salah satunya dapat dilihat dari persentase vaksinasi di Tanah Air.

WowKeren - Indonesia kini tengah mengupayakan peralihan Pandemi COVID-19 ke status endemi. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa Indonesia saat ini masih belum mencapai tahap herd immunity atau kekebalan komunal.

Kemenkes pun mengingatkan potensi lonjakan kasus COVID-19 masih memungkinkan terjadi karena herd immunity di masyarakat Indonesia terhadap COVID-19 yang masih belum terbentuk.

"Jadi, saat ini masih proses mencapai herd immunity. Masih ada potensi lonjakan kasus yang harus kita waspadai," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pada Minggu(10/4), melansir Republika.co.id.

Nadia Tarmizi juga menjelaskan bahwa herd immunity masyarakat Indonesia belum terbentuk karena masih terdapat sejumlah syarat yang belum terpenuhi. Salah satunya adalah syarat capaian vaksinasi minimal harus 70 persen dari total populasi.



Sementara ini diketahui bahwa vaksinasi dosis pertama sudah diterima 197,5 juta orang, sedangkan dosis kedua diterima 161,4 juta orang. Jika dibandingkan populasi Indonesia sebanyak 273,8 juta jiwa, maka presentase vaksinasi dosis pertama dan kedua adalah 72 persen dan 58,9 persen.

Meskipun belum mencapai herd immunity, tapi kasus baru COVID-19 di Tanah Air terus menurun. Setelah mencapai puncak gelombang ketiga pada 16 Februari 2022 lalu dengan 64.718 kasus baru. Setelah itu kasus baru pun perlahan mulai turun. Bahkan, dalam sepekan terakhir tercatat kasus baru berkutat di antara 1.000 hingga 2.400 saja per hari.

Menurut Nadia, faktor penyebab turunnya kasus bukan karena herd immunity. Penurunan kasus itu disebabkan karena sebagian besar masyarakat sudah memiliki antibodi terhadap virus Corona.

"Hasil sero survei kan menunjukkan 87 persen masyarakat sudah memiliki antibodi meski level proteksinya beda-beda," pungkas Nadia.

Sero Survey terakhir dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Tim Pandemi FKM UI pada November-Desember 2021, yang hasilnya dirilis 18 Maret 2022. Sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenkes, anggota Tim Pandemi FKM UI, Prof Pandu Riono mengatakan, 87 persen masyarakat memiliki antibodi karena gabungan dua faktor, yakni vaksinasi dan infeksi alamiah.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts