Shehbaz Sharif memimpin upaya oposisi untuk memecat Khan dan telah berjanji bahwa pemerintahnya akan meningkatkan ekonomi dan tidak membalas dendam dari lawan politik.
- Bertilia Puteri
- Senin, 11 April 2022 - 20:36 WIB
WowKeren - Parlemen Pakistan telah resmi menunjuk Shehbaz Sharif sebagai Perdana Menteri baru negara tersebut. Sharif dipilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pasca PM Imran Khan digulingkan lewat mosi tidak percaya.
Shehbaz Sharif merupakan adik dari Nawaz Sharif yang telah tiga kali menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan. Shehbaz Sharif memimpin upaya oposisi untuk memecat Khan dan telah berjanji bahwa pemerintahnya akan meningkatkan ekonomi dan tidak membalas dendam dari lawan politik.
Ia terpilih sebagai anggota Majelis Nasional pada 2018. Sharif memimpin partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) usai kakaknya dilarang memegang jabatan publik seumur hidup setelah dinyatakan bersalah melakukan korupsi. Pria berusia 70 tahun tersebut diketahui berasal dari keluarga industrialis yang telah menjadi dinasti politik.
Adapun pemungutan suara pemilihan Perdana Menteri Pakistan ini digelar di bawah pengamanan ketat. Hampir semua jalan menuju Majelis Nasional Pakistan disegel.
Menjelang pemungutan suara pada Senin (11/4) hari ini, anggota parlemen dari partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaaf (PTI), mengundurkan diri secara massal. Mereka memboikot pemilihan Sharif.
Para pendukung Khan juga sempat turun ke jalan untuk melakukan protes ketika pihak oposisi bersiap untuk mengangkat Sharif. Sebagai informasi, Khan telah digulingkan pada Minggu (10/4) pagi dan menjadi Perdana Menteri Pakistan pertama yang digulingkan dari jabatannya melalui mosi tidak percaya.
Pada Minggu malam, puluhan ribu pendukung Khan berbaris di kota-kota di seluruh Pakistan. Mereka mengibarkan bendera partai dan meneriakkan slogan-slogan. Banyak dari mereka adalah para pemuda.
Di kota pelabuhan Laut Arab selatan Karachi, lebih dari 20.000 orang meneriakkan slogan-slogan yang menjanjikan kembalinya Khan ke tampuk kekuasaan. Sedangkan di ibu kotanya, Islamabad, lampu-lampu dari ribuan pendukung tampak menerangi langit malam saat Khan melewati kerumunan di atas truk.
"Demonstrasi telah memberikan pesan bahwa Khan masih menjadi pemimpin populer," ujar analis politik Zahid Hussain kepada Al Jazeera.
Khan merupakan seorang pemain kriket yang banting setir menjadi politisi. Ia sempat menuding adanya konspirasi asing di balik pergantian pemerintahan Pakistan dan mengklaim Amerika Serikat (AS) bekerja di belakang layar untuk menjatuhkannya.
(wk/Bert)