Kurangi Limbah, Peneliti Jepang Buat Self-repairing Plastics untuk Ponsel Hingga Mobil
Pixabay/Monsterkoi
Dunia

Para peneliti di Jepang kini tengah mengembangkan teknologi 'self-repairing plastics'. untuk berbagai peralatan. Penemuan tersebut diharapkan bisa kurangi produksi limbah yang mencemari bumi.

WowKeren - Para peneliti di Jepang mengatakan telah menemukan cara untuk membuat “self-repairing plastics”. Plastic yang punya kemampuan pemperbaiki diri itu bisa digunakan di ponsel pintar, mobil, dan produk lainnya untuk mengurangi jumlah limbah yang sekarang mengotori bumi.

Takuzo Aida, seorang profesor kimia di Universitas Tokyo, dan rekan-rekannya mengatakan sejumlah kecil zat khusus yang dicampur ke dalam plastik biasa dapat secara otomatis menyembuhkan retakan dan retakan. Temuan mereka dipresentasikan pada konferensi tahunan Chemical Society of Japan pada 26 Maret.

“Teknik ini dapat mengarah pada pengembangan plastik tahan lama yang berkelanjutan yang tidak perlu dibuang atau didaur ulang,” kata Aida, melansir Asahi Shimbun.

Menurut sebuah laporan yang dirilis pada bulan Februari oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), hanya 9 persen plastik di seluruh dunia yang didaur ulang pada tahun 2019. Bahan plastik yang tidak digunakan kembali dikubur atau dibakar, dan sebagian mengalir ke laut. Plastik sangat buruk bagi lingkungan karena tidak terurai dalam kondisi alami.


Pada tahun 2018, Aida dan yang lainnya menggunakan zat yang disebut polieter tiourea untuk membuat bahan plastik yang dapat memperbaiki kerusakan sendiri jika fragmennya ditekan satu sama lain pada suhu kamar. Untuk penelitian terbaru, tim menerapkan bahan plastik yang sama ke bahan plastik lain tanpa fungsi perbaikan sendiri pada tingkat 20 persen.

Hasil penelitian menunjukkan plastik campuran dapat memperbaiki dirinya sendiri secara spontan pada suhu normal. Plastik terdiri dari rantai yang saling terkait dari banyak molekul. Koneksi molekul dibubarkan ketika produk plastik rusak. Barang-barang yang dibuat dari plastik biasa harus dilebur pada suhu tinggi untuk memperbaiki ikatan molekul.

Plastik yang baru dikembangkan memperbaiki rantai molekul yang rusak di bawah mekanisme yang dikenal sebagai ikatan hidrogen. Menempatkan potongan-potongan yang rusak bersama-sama pada suhu kamar selama satu jam atau lebih akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan kembali daya tahan sepenuhnya. Tim itu juga mengklaim bekas luka di dalam plastik yang tidak terlihat dengan mata telanjang juga bisa disembuhkan.

Para ilmuwan mengharapkan teknologi self-repairing plasticsi ini bisa dibuat berbagai fitur jika persentase bahan yang berbeda digunakan. Meliputi aplikasi praktis untuk layar ponsel cerdas, bingkai kacamata, elektronik rumah, furnitur, pesawat terbang, dan mobil.

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terbaru