Shanghai Ubah Perumahan Jadi Ruang Isolasi COVID-19 Picu Protes Warga
pixabay.com/Ilustrasi/Excellentcc
Dunia

Alih-alih mendapat dukungan publik, langkah pemerintah yang satu itu justru memicu kemarahan di tengah masyarakat. Pasalnya, para tetangga khawatir jika mereka akan tertular.

WowKeren - Jumlah kasus infeksi COVID-19 Shanghai terus mengalami peningkatan. Hal itu membuat pemerintah setempat mengubah bangunan tempat tinggal menjadi pusat karantina.

Namun alih-alih mendapat dukungan publik, langkah pemerintah yang satu itu justru memicu kemarahan di tengah masyarakat. Pasalnya, para tetangga khawatir jika mereka akan tertular.

Dalam sebuah insiden yang disiarkan langsung pada Kamis sore di platform perpesanan Tiongkok WeChat, sekitar 30 orang yang mengenakan hazmat terlihat berkelahi dengan orang lain di luar kompleks perumahan, membawa pergi setidaknya satu orang. Adegan itu telah ditonton oleh lebih dari 10.000 orang sebelum tiba-tiba dipotong.

Platform streaming WeChat mengumumkan bahwa video itu berisi konten berbahaya. Video itu tidak dapat diverifikasi secara independen namun pihak manajemen mengonfirmasi jika perselisihan itu terjadi pada hari Jumat.


"Bukannya saya tidak mau bekerja sama dengan pemerintah," kata seorang wanita dalam video itu. "Tapi bagaimana perasaan Anda jika Anda tinggal di gedung yang jarak bloknya hanya 10 meter (30 kaki), semua orang dinyatakan negatif, dan orang-orang ini diizinkan masuk?"

Pemilik kompleks itu, Grup Zhangjiang, mengatakan pihak berwenang telah mengubah lima bangunan kosongnya menjadi fasilitas isolasi. Tak hanya itu, rencananya juga akan ada 9 bangunan lagi yang akan diubah menjadi ruang isolasi.

Pemilik kompleks memindahkan 39 penyewa ke kamar di bagian lain kompleks itu dan telah menawarkan kompensasi kepada mereka. "Pada sore hari tanggal 14 April, ketika perusahaan kami mengatur pembangunan pagar isolasi, beberapa penyewa menghalangi lokasi pembangunan," kata grup tersebut.

Seorang penduduk di kompleks tersebut, yang dekat dengan perusahaan perumahan kompleks Zhangjiang Hi-Tech Park termasuk GlaxoSmithKline dan Hewlett-Packard, membenarkan jika mereka memang diberitahu pada hari Selasa (12/4) bahwa penduduk diminta untuk pindah.

Menurut peraturan, pihak berwenang di Tiongkok memang diizinkan untuk mengambil alih bangunan dan properti lainnya untuk menghadapi situasi darurat. Dia khawatir jika tinggal dekat dengan pasien maka bisa tertular. "Tempat ini sama sekali tidak cocok untuk menjadi pusat karantina," tegasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait