Menurut data terbaru dari CDC, lebih dari 24 juta unggas telah terinfeksi oleh virus flu burung yang sangat patogen (HPAI) di peternakan ayam, bebek dan kalkun komersial.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 15 April 2022 - 20:31 WIB
WowKeren - Wabah flu burung kini tengah menjadi sorotan di Amerika Serikat. Virus ini telah merenggut nyawa jutaan unggas. Menurut sebuah laporan di National Public Radio, ini adalah wabah flu burung terburuk di AS sejak 2015.
Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), lebih dari 24 juta unggas telah terinfeksi oleh virus flu burung yang sangat patogen (HPAI) di peternakan ayam, bebek dan kalkun komersial dan halaman belakang di 26 negara bagian AS per hari Rabu (13/4). Data CDC juga mengungkapkan virus avian influenza A yang sangat patogen telah terdeteksi di lebih dari 600 burung liar di 31 negara bagian AS.
Menyebarnya wabah mendorong kebun binatang di seluruh negeri untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi kawanan mereka dari penyakit tersebut. Andrew Bowman, dokter hewan dan profesor di Ohio State University, mengatakan jika ini adalah jenis flu burung baru yang seharusnya membuat seluruh negara dalam waspada tinggi.
Sama seperti penyakit pernapasan lainnya, flu burung ditularkan ketika burung yang terinfeksi berada dalam kontak yang cukup dekat untuk menyebarkan virus melalui air liur, sekresi hidung, dan kotoran. Kebun Binatang Columbus di Ohio telah menutup sejumlah habitat burungnya.
Kebun Binatang Kansas City di Missouri telah merelokasi burung dari habitat luar ke area belakang layar untuk melindungi mereka dari unggas air liar yang berpotensi terinfeksi, seperti bebek dan angsa. Sementara itu, Kebun Binatang Brookfield Chicago Zoological Society di Illinois juga mengambil tindakan untuk melindungi burung-burungnya dari wabah.
Risiko penularan lintas spesies rendah namun berbagai kebun binatang mendesak pengunjungnya untuk menghindari memberi makan atau berinteraksi dengan burung liar. Mereka juga diimbau untuk sangat berhati-hati jika mereka memiliki burung atau unggas peliharaan.
Menurut CDC, risiko terhadap kesehatan masyarakat umum dari virus flu burung saat ini rendah. Namun, beberapa orang mungkin memiliki paparan terkait pekerjaan atau rekreasi terhadap burung yang menempatkan mereka pada risiko infeksi yang lebih tinggi.
(wk/zodi)