Vaksin COVID-19 Sinopharm dan Sinovac Khusus Omicron Disebut Telah Lulus Untuk Uji Klinis
Dunia
Vaksin COVID-19

Peneliti di dunia tengah berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin COVID-19 khusus Omicron. Pasalnya, selain memiliki tingkat penyebaran tinggi, Omicron disebut juga menurunkan efikasi vaksin.

WowKeren - Virus COVID-19 diketahui telah berevolusi menjadi sejumlah varian, di antaranya adalah Omicron. Varian Omicron ini disebut memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, meski kebanyakan dari mereka yang terpapar varian ini bergejala ringan.

Selain itu, varian Omicron juga digadang-gadang bisa menurunkan efikasi vaksinasi COVID-19. Mengetahui hal ini, masing-masing peneliti diketahui berupaya untuk mengembangkan vaksin COVID-19 yang telah ada diperuntukkan melawan Omicron, di antaranya adalah Sinopharm dan Sinovac.

Menurut perusahaan yang mengembangkan vaksin COVID-19 Sinopharm dan Sinovac Biotech untuk menargetkan varian Omicron, mengklaim bahwa kedua kandidat tersebut telah disetujui untuk melakukan uji klinis di Hong Kong. Sementara itu, para ilmuwan di seluruh dunia diketahui tengah berlomba untuk mempelajari suntikan yang ditingkatkan terhadap Omicron.

Hal itu dilakukan oleh para peneliti lantaran data menunjukkan bahwa antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin berdasarkan strain yang lebih tua menunjukkan aktivitas yang lebih lemah untuk menetralkan varian yang sangat menular.


Adapun dua kandidat vaksin COVID-19 dari unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group (CNBG) dan satu dari Sinovac itu disebut mengandung virus Corona yang tidak aktif atau "mati" dan mirip dengan vaksin yang dipasok perusahaan di Tiongkok dan luar negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (16/4). Di sisi lain, pihak CNBG mengatakan bahwa kandidat Sinopharm disebut akan diuji sebagai booster pada orang dewasa yang telah menerima dua atau tiga dosis vaksin.

Meski demikian, CNBG menuturkan hal itu tidak menentukan produk vaksin mana yang akan diterima peserta uji coba sebelum menggunakan booster eksperimental, atau berapa banyak subjek yang akan direkrut.

Sementara Sinovac mengatakan akan mendorong studi ke depan, dalam perlindungan vaksin CoronaVac yang ada terhadap varian yang muncul. Di sisi lain, sebuah penelitian di Tiongkok menunjukkan bahwa dosis keempat BBIBP-CorV, vaksin Sinopharm COVID-19 yang ada, tidak secara signifikan meningkatkan kadar antibodi terhadap Omicron, ketika diberkan enam bulan setelah dosis booster ketiga menjadi rejimen dua dosis biasa.

Sementara untuk dosis keempat, disebut mengembalikan tingkat antibodi ke sekitar puncak setelah dosis ketiga. Para peneliti pun mengatakan vaksin baru akan menawarkan alternatif yang lebih baik sebagai penguat di masa depan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait