Gegara Gigit Telinga Aktivis, Warga Hong Kong Ini Divonis 15 Tahun Penjara
Pexels/Ksenia Chernaya
Dunia

Adapun vonis tersebut diputuskan oleh hakim pada Selasa (19/4). Kini, atas perbuatan tercelanya itu, warga Hong Kong tersebut harus mempertanggungjawabkannya.

WowKeren - Pada Selasa (19/4), pria di Hong Kong divonis hukuman 15 tahun penjara. Adapun hukuman ini dijatuhkan kepadanya usai menggigit telinga seorang aktivis demokrasi dan menyerang tiga orang lainnya pada puncak protes kota di tahun 2019 lalu.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Joe Chen, yang juga meneriakkan slogan-slogan nasionalis Tiongkok sebelum serangannya itu disebut merupakan yang terlama dari mereka yang didakwa sehubungan dengan kekacauan kota itu tiga tahun lalu.

Dalam menjatuhkan hukuman tersebut, Hakim Pengadilan Tinggi Judianna Barnes mengatakan tindakan Chen yang menggigit telinga aktivis demokrasi Andrew Chiu adalah "sangat biadab" dan bertentangan dengan kepercayaan.

Sebelumnya, pada Desember 2021, jaksa telah memutuskan bahwa Chen bersalah atas tiga tuduhan di antaranya adalah melukai dengan niat, pelanggaran yang dapat dihukum hingga penjara seumur hidup dan satu tuduhan penyerangan biasa.

Selain itu, pengadilan sebelumnya juga mendengar bahwa Chen, 52, meneriakkan "Reclaim Taiwan" di luar pusat perbelanjaan di Taikoo Shing, lingkungan kelas menengah, pada November 2019.


Sebagaimana diketahui, Komunis Tiongkok memandang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya sendiri dan telah berjanji suatu hari akan merebutnya, dengan paksa jika perlu.

Sementara kaum nasionalis dengan sungguh-sungguh ingin pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang demokratis itu "dikembalikan" ke daratan baik dengan pilihan atau paksaan, sesuatu yang tidak diinginkan oleh sebagian besar orang Taiwan.

Sementara dalam aksi protes di tahun 2019 itu, Chen diketahui menyerang seorang pria dan dua wanita dengan pisau ketika mereka menghadapinya, meninggalkan pria tersebut dalam kondisi kritis. Sedangkan Chiu sendiri merupakan seorang aktivis demokrasi dan anggota dewan distrik, bagian telinga kirinya digigit ketika dia mencoba menahan Chen.

Atas kejadian tersebut, pengacara pembela sebelumnya berpendapat bahwa Chen telah mengkonsumsi alkohol sebelum serangan, dan bahwa ia menderita masalah kesehatan mental kronis yang berasal dari penganggurannya.

Di sisi lain, istri dari Chen juga memberikan pembelaan dalam sebuah surat ke pengadilan. Istri Chen mengaku bahwa suaminya itu tidak pernah mengangkat tangganya melawannya selama 30 tahun bersama.

Namun pembelaan dari sang istri itu justru dipertanyakan oleh hakim Barnes terkait dengan keakuratan kebenarannya. Pasalnya, mengutip laporan medis, mengatakan bahwa istri Chen pernah terbangun dan melihat suaminya menodongkan pisau ke tenggorokannya.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait