Yoshinoya dikenal sebagai perusahaan asal Negeri Sakura yang mengoperasikan jaringan restoran yang menyajikan beef bowl murah, tak hanya di Jepang tapi juga luar negeri.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 19 April 2022 - 20:10 WIB
WowKeren - Salah satu perusahaan makanan cepat saji asal Jepang Yoshinoya telah memecat direktur tingginya. Yoshinoya merupakan restoran cepat saji paling populer di Jepang.
Pada Selasa (19/4), perusahaan itu mengatakan bahwa mereka telah memecat seorang eksekutif puncak yang dilaporkan menyarankan strategi pemasaran untuk membuat "perawan kecanduan" pada produk perusahaan. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan direktur itu telah dipecat karena "kata-kata dan perbuatan yang sangat tidak dapat diterima".
Yoshinoya dikenal sebagai perusahaan yang mengoperasikan jaringan restoran yang menyajikan beef bowl murah, tak hanya di Jepang tapi juga luar negeri. Namun, perusahaan tidak segera mengonfirmasi komentar pasti yang dibuat oleh Masaaki Ito, yang merupakan direktur pelaksana.
Ito dilaporkan mengatakan jika perusahaan harus mencoba untuk "membuat para perawan kecanduan" pada makanan Yoshinoya karena "begitu pria mentraktir mereka makanan mahal, mereka tidak akan makan semangkuk daging sapi lagi". Komentar Ito diposting oleh orang yang menghadiri kuliah universitas tempat dia berbicara.
Tak pelak, komentar yang diunggah di media sosial itu menuai kemarahan publik. Sebagai tanggapan, perusahaan segera mengambil tindakan dengan memecatnya.
Mantan anggota parlemen Partai Komunis Jepang Saori Ikeuchi menyebut pernyataan itu tak hanya sangat seksis namun juga menjijikkan. Sedangkan pengguna lainnya menilai bahwa Ito tampaknya meremehkan masakan Yoshinoya.
"Yang juga luar biasa adalah betapa sedikit kebanggaan dan cinta yang dia miliki untuk produk perusahaannya sendiri," tulis seorang pengguna Twitter.
Sebagaimana diketahui, Jepang kerap muncul dalam urutan terbawah peringkat kesetaraan gender internasional. Meskipun perempuan di negara ini berpendidikan tinggi dan hadir dalam angkatan kerja namun hanya ada sedikit perwakilan perempuan di tingkat bisnis dan politik yang lebih tinggi.
Pada tahun 2021 saja, Forum Ekonomi Dunia menempatkan negara ini di posisi 120 dari 156 negara dalam peringkat Indeks Kesenjangan Gender Global. Kesalahan seksis oleh pejabat tinggi dan politisi telah menuai sorotan, termasuk ketika kepala Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori mengundurkan diri setelah dia menyebut bahwa wanita bicara terlalu banyak.
(wk/zodi)