Sedianya, KTT Khusus AS-ASEAN itu diselenggarakan pada Oktober lalu. Namun kini telah dilakukan penjadwalan ulang dan akan diselenggarakan pada Mei mendatang.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 20 April 2022 - 16:57 WIB
WowKeren - Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-ocha disebut akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus Amerika Serikat (AS)-ASEAN. Hal ini disampaikan oleh Wakil PM dan Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai.
Sebagai informasi, Thailand sendiri merupakan termasuk di antara 10 anggpta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN yang berbasis di Jakarta. Terkait dengan penyelenggaraan KTT AS-ASEAN, Don mengungkapkan sedianya digelar pada Oktober lalu, namun beberapa pemimpin blok serta Presiden AS Joe Biden tidak tersedia pada saat itu, maka mendorong untuk ditunda.
Adapun KTT Khusus AS-ASEAN, kata Don, nantinya akan digelar pada 12-13 Mei mendatang. Meski demikian, ia menekankan bahwa penjadwalan ulang itu tidak ada hubungannya dengan konflik Rusia-Ukraina, menambahkan Jenderal Prayut menerima undangannya sebelum invasi dimulai.
Lebih lanjut, Don mengatakan bahwa rencana perjalanan saat ini tidak termasuk pembicaraan bilateral dengan Biden. Sementara itu, para pemimpin ASEAN juga berencana untuk bertemu dengan Uni Eropa tahun 2022 ini atau paling lambat awal tahun depan.
Di sisi lain, Kedutaan Besar AS di Thailand pada Selasa (19/4) mengkonfirmasi bahwa Biden akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin ASEAN di Washington DC, untuk KTT khusus tersebut. Adapun tujuan dari diselenggarakannya KTT ASEAN-AS itu diketahui untuk menunjukkan komitmen Amerika terhadap ASEAN.
Kemudian, Don menambahkan juga untuk mempromosikan peran kunci negara tersebut dalam memberikan solusi bagi tantangan kawasan, dan memperingati 45 tahun hubungan AS-ASEAN.
Nantinya, hal ini akan didasarkan pada pengumuman Biden tahun lalu sebesar USD102 juta dalam inisiatif baru untuk memperluas keterlibatan Washington dengan ASEAN dalam pemulihan COVID-19 dan keamanan kesehatan, krisis iklim, pertumbuhan ekonomi, mempromosikan kesetaraan gender, dan memperdalam masyarakat ikatan ke orang.
Kemudian Don menambahkan bahwa pemerintahan Biden-Harris disebut juga ingin menjadi mitra yang kuat dan dapat diandalkan di Asia Tenggara. Aspirasi bersama Washington untuk kawasan itu akan mendukung komitmennya untuk memajukan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan aman.
(wk/tiar)