Wakil juru bicara Taliban, Inamullah Samangani, mengatakan bahwa aplikasi itu maupun game seluler PUBG, menyesatkan generasi muda dan telah menerima banyak keluhan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 22 April 2022 - 13:11 WIB
WowKeren - TikTok merupakan salah satu media sosial yang banyak digandrungi oleh kaum muda, selain Instagram dan Twitter. Di Afghanistan, aplikasi asal Tiongkok itu rupanya dilarang.
Bloomberg melaporkan bahwa Taliban akan melarang aplikasi video TikTok milik Tiongkok di negara itu. Tak hanya TikTok, namun juga game populer PUBG.
Wakil juru bicara Taliban, Inamullah Samangani, mengatakan bahwa aplikasi itu maupun game seluler PUBG, menyesatkan generasi muda. Dia menambahkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan terkait dua aplikasi itu yang dianggap hanya membuang-buang waktu.
Oleh sebab itu, Kementerian Komunikasi mengambil tindakan dengan menghapus aplikasi itu dari server internet. Semua orang di Afghanistan disebutnya tidak akan bisa mengakses TikTok.
"Kami telah menerima banyak keluhan tentang bagaimana aplikasi TikTok dan game PUBG membuang-buang waktu orang," ujarnya. "Kementerian komunikasi dan teknologi informasi diperintahkan untuk menghapus aplikasi dari server internet dan membuatnya tidak dapat diakses oleh semua orang di Afghanistan."
Bukan hanya TikTok, larangan terhadap konten yang dianggap tidak bermoral juga diperluas ke saluran televisi. Larangan TikTok menandai aturan terbaru yang diberlakukan oleh Taliban dalam apa yang tampaknya menjadi daftar pembatasan yang berkembang pada populasi Afghanistan.
Sebelumnya pada bulan Maret, Taliban membatalkan keputusan untuk mengizinkan anak perempuan menghadiri sekolah menengah beberapa jam setelah sekolah dibuka kembali, sebagaimana dilaporkan oleh BBC dan Al Jazeera. Taliban memang selama ini terkenal untuk memberikan aturan yang sangat ketat, terutama pada kaum wanita.
Pada bulan Januari, wanita di provinsi utara negara itu dilarang menggunakan pemandian umum. Pada bulan yang sama, Taliban juga memerintahkan pemilik toko untuk memenggal kepala manekin dengan alasan bahwa sosok yang mewakili bentuk manusia bertentangan dengan hukum Islam. Taliban tahun lalu juga mengeluarkan arahan untuk wanita di Afghanistan, yang mengatakan bahwa jika mereka berniat melakukan perjalanan jarak jauh, hanya boleh ditawari transportasi jika ditemani oleh kerabat laki-laki.
(wk/zodi)