Sponsor Persis Solo Diduga Terlibat Kasus Mafia Minyak Goreng, Kaesang Ambil Langkah Tegas
Instagram/kaesangp
Nasional
Korupsi Minyak Goreng

Kejagung sebelumnya telah menetapkan empat tersangka dalam kasus mafia minyak goreng. Satu di antara tersangka kasus tersebut rupanya merupakan sponsor dari Persis Solo.

WowKeren - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebelumnya telah berhasil mengungkapkan kasus mafia minyak goreng. Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan empat orang tersangka, termasuk petinggi Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Adapun keempat tersangka itu adalah, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI Indasari Wisnu Wardhana, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group. Kemudian, Togar Sitanggang selaku General Manager PT Musim Mas dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia, Parlindungan Tumanggor.

Sementara PT Wilmar Nabati Indonesia sendiri diketahui merupakan sponsor dari klub bola Indonesia, Persis Solo. Sebagaimana diketahui Kaesang Pangarep merupakan Direktur Utama Persis Solo.

Mengetahui keterlibatan PT Wilmar Nabati Indonesia terlibat dalam kasus mafia minyak goreng, Kaesang pun langsung mengambil langkah tegas. Kaesang diketahui telah memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan minyak goreng tersebut.

Sebagai informasi, PT Wilmar ikut menjadi sponsor Persis Solo dalam mengikuti Liga 2 musim 2021/2022 sehinga keluar sebagai juara. Melalui keterangan resmi, Kaesang menyatakan memahami situasi yang berkembang terkait keterlibatan PT Wilmar dalam kasus mafia minyak goreng.



Kaesang pun mengambil langkah tegas dengan memutuskan hubungan kerja sama dengan PT Wilmar. "Persis Solo memahami isu yang sedang berkembang di masyarakat dalam beberapa hari terakhir tentang PT Wilmar, dan turut menyesalkan atas adanya kejadian tersebut," ujar Kaesang, Kamis (21/4).

Kaesang menuturkan kerja sama yang terjalin antara Persis Solo dengan PT Wilmar merupakan ikatan profesional yang didasari untuk pengembangan sepak bola yang lebih berprestasi di Kota Solo.

Kaesang pun mengungkapkan bahwa selama kurun waktu kerja sama musim lalu, lingkup kerja sama kedua belah pihak terbatas hanya dalam koridor profesional yang sudah disepakati melalui surat perjanjian kerja sama.

Adik dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka itu menegaskan bahwa tidak ada campur tangan dalam sistem kerja atau manajerial perusahaan masing-masing. Kaesang menekankan kerja sama antara kedua belah pihak itu hanya dalam konteks sebagai sponsorship Persis Solo di Liga 2 musim lalu.

Kaesang pun menambahkan bahwa Persis Solo memiliki tanggung jawab moral yang berasal bukan hanya dari penggemar sepak bola saja, tetapi juga masyarakat Solo secara keseluruhan. Bakan manajemen juga merasa penting untuk mengambil sebuah keputusan serius sebagai penanda sikap.

"Hal-hal terkait pemutusan kerja sama akan ditindaklanjuti sesuai dengan kesepakatan profesional yang berlaku di hadapan hukum," tandas Kaesang.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts