Kudeta Myanmar yang telah berlangsung selama satu tahun lebih itu hingga kini belum juga berakhir. Namun kini muncul seruan dialog perdamaian dari pemimpin junta Myanmar.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 22 April 2022 - 20:56 WIB
WowKeren - Pada Jumat (22/4), pemimpin junta Myanmar diketahui menyerukan pembicaraan damai tatap muka dengan kelompok pemberontak etnis yang mapan di negara tersebut. Seperti yang diketahui, junta Myanmar sejak tahun 2021 lalu telah melakukan kudeta terhadap kepemimpinan terpilih Aung San Suu Kyi.
Adapun seruan pembicaraan damai itu disebut terjadi saat militer berjuang untuk menghancurkan milisi anti junta baru yang bermunculan untuk melawan kudeta.
Myanmar sendiri memiliki sekitar 20 tentara pemberontak etnis, di mana banyak di antaranya mengendalikan petak-petak wilayah perbatasan terpencil yang telah berperang satu sama lain dan militer selama beberapa dekade atas perdagangan narkoba, sumber daya alam, dan otonomi.
Di samping itu, beberapa mengecam penggulingan pemerintah Aung San Suu Kyi dan menawarkan pelatihan senjata dan perlindungan kepada "Pasukan Pertahanan Rakyat" (PDF) yang bermunculan sejak kudeta berlangsung. Menurut para analis, hal ini telah mengejutkan militer dengan keefektifannya.
"Saya mengundang para pemimpin kelompok etnis bersenjata untuk berdialog," ujar Kepala Junta Myanmar, Min Aung Hlaing dalam sebuah pidato di media pemerintah, menyerukan perwakilan untuk mendaftar pada 9 Mei dan menambahkan ia akan bertemu dengan mereka secara pribadi.
"Kita semua akan berdiskusi secara jujur dan terbuka, agar rakyat dapat menikmati esensi perdamaian dan pembangunan," lanjuta Min Aung Hlaing, tanpa memberikan tanggal untuk pembicaraan yang diusulkan.
Seruan pembicaraan yang datang dari Min Aung Hlaing itu disebut juga muncul di tengah bentrokan harian antara pasukan junta kelompok PDF. Beberapa di antaranya bahkan bertempur bersama pemberontak etnis di daerah perbatasan.
Sementara itu, pada pekan lalu, junta mengatakan bahwa pasukannya telah menggusur ratusan pejuang PDF serta anggota Tentara Kemerdekaan Kachin setelah bentrokan berhari-hari di sekitar kota Pinlebu di wilayah Sagaing utara.
Selain itu, pertempuran sengit juga dilaporkan di negara bagian Kayin, dekat dengan perbatasan Thailand, di mana pejuang PDF melakukan operasi bersama pasukan dari Persatuan Nasional Karen yakni kelompok pemberontak mapan lainnya.
Sebelumnya, pada bulan lalu, Min Aung Hlaing diketahui bersumpah akan "memusnahkan" pasukan PDF dalam pidatonya di parade Hari Angkatan Bersenjata tahunan, yang dihadiri oleh perwakilan dari beberapa kelompok pemberontak etnis. Selama kudeta berlangsung, sudah ada lebih dari 1.700 orang tewas dalam tindakan keras militer, menurut kelompok pemantau lokal.
(wk/tiar)