Orang Malaysia Kini Lebih Pilih Cari Kerja di Singapura Ketimbang Negaranya Sendiri
Pixabay/joinbrand
Dunia

Setelah pembatasan Malaysia-Singapura dibuka, negeri Jiran itu rupanya menghadapi masalah baru di bidang ekonomi. Pasalnya, orang Malaysia kini lebih memilih mencari kerja di Singapura.

WowKeren - Malaysia sepenuhnya membuka kembali perbatasan internasionalnya sejak 1 April 2022, setelah dua tahun sebagai transisi negara ke fase endemik. Pembukaan kembali perbatasan Malaysia-Singapura rupanya mengakibatkan beberapa sektor ekonomi di Johor terpengaruh. Pasalnya, orang Malaysia memilih mencari pekerjaan di negara tetangga karena gaji yang lebih baik jika dikonversi ke ringgit.

Portal berita online Free Malaysia Today (FMT) melaporkan pagi ini bahwa hotel-hotel di Johor menghadapi masalah tenaga kerja utama dengan pekerja yang memilih untuk mencari pekerjaan di Singapura. Bagian Johor dari Asosiasi Hotel Malaysia, Yvonne Loh, mengatakan kepada bahwa kekurangan tenaga kerja merupakan masalah yang dialami oleh hampir semua sektor saat ini.

“Untuk hotel, kebanyakan beroperasi dengan rata-rata 50 persen tenaga kerja. Beberapa tidak dapat menjalankan perjamuan dan fungsi lainnya dengan kapasitas penuh karena mereka tidak dapat mengatasinya,” ujar Yvonne Loh.

Loh mengatakan bahwa minggu lalu Resorts World di Singapura melakukan wawancara langsung di sebuah hotel untuk merekrut pekerja untuk kasino di Sentosa. Dia mengatakan antrean panjang membuat pengusaha Johor khawatir.


Dia menjelaskan bahwa tarif per jam untuk pekerja lepas juga naik dari RM5-RM6 menjadi RM10, dan pekerja magang dari sekolah pelatihan hotel yang dulunya dibayar RM400 sebulan ditawarkan dua kali lipat dari jumlah tersebut.

“Laporan berita dari Singapura mengatakan gerai makanan di sana menghadapi kekurangan pekerja yang serius dan bersedia membayar orang Malaysia S$4.000 (RM12.646) setiap bulan. Juga, tarif per jam mereka bisa mencapai S$28.

“Perkembangan ini mengkhawatirkan karena akan membuat bisnis lokal tidak punya pilihan selain mendatangkan tenaga kerja asing untuk mempertahankan mereka,” ungkapnya.

Sementara CEO Indah Cleaning Services, B. Ravinthran mengatakan kepada FMT bahwa situasi tenaga kerja semakin buruk dengan beberapa pekerjanya lebih memilih untuk pergi ke Singapura.

“Mereka tertarik dengan nilai tukar yang tinggi. Selain itu, orang Malaysia tidak mau melakukan pekerjaan kebersihan bahkan jika saya menawarkan mereka RM100 sehari sebagai pekerja lepas. Semakin sulit untuk mencari pekerja,” pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait