Presiden Peru Ngebut Pulang Dari Ekuador dengan Mobil Untuk Hindari Mosi Pemakzulan
Instagram/josepedrocastilloterrones
Dunia

Sebagai informasi, Presiden Peru Pedro Castillo baru berkuasa selama sembilan bulan dan Kongres telah dua kali mencoba memakzulkannya. Bulan lalu, Castillo berhasil menghindari pemakzulan oleh legislatif.

WowKeren - Presiden Peru Pedro Castillo bergegas pulang dari kunjungan ke Ekuador untuk menghindari pemakzulan. Ia mengebut pulang dengan mobil usai cuaca buruk mengandangkan pesawatnya.

Diketahui, Peru tidak stabil secara politik dan sering menggulingkan presidennya. Apabila ia tidak kembali di Peru hingga Jumat tengah malam menjelang Sabtu (30/4) kemarin, Castillo berisiko melanggar konstitusi dan memberi oposisi alasan untuk mengejarnya.

Itu merupakan batas waktu yang ditentukan Kongres saat menyetujui kunjungan Castillo ke Ekuador. Castillo diketahui bertemu dengan Presiden Ekuador Guillermo Lasso di kota Koja yang berjarak 264 kilometer dari perbatasan Peru.

Karena cuaca buruk mencegah pesawat kepresidenan lepas landas pada Jumat malam, Castillo terpaksa berangkat dengan mobil dalam perjalanan lima jam untuk melintasi perbatasan tepat waktu. Menurut organisasi berita lokal, Castillo tiba di perbatasan Tumbes dengan waktu satu jam.

Sebagai informasi, Castillo baru berkuasa selama sembilan bulan dan Kongres telah dua kali mencoba memakzulkannya. Bulan lalu, Castillo berhasil menghindari pemakzulan oleh legislatif setelah debat parlementer yang berlangsung lebih dari delapan jam.


Kala itu, 55 legislator memberikan suara mendukung pemakzulan, 54 memilih menentang dan 19 abstain. Para pengkritik presiden membutuhkan 87 suara untuk memakzulkan pemimpin, yang dituduh korupsi dan ketidakmampuan moral.

Kongres memilih untuk memakzulkan Castillo yang merupakan mantan guru dari keluarga petani pada awal Maret atas tuduhan korupsi. Dia telah membantah tuduhan itu dan menyalahkan mereka pada kelompok-kelompok ekonomi yang berupaua melakukan "kudeta" terhadap pemerintahnya.

"Saya akan selalu menghadapi negara dengan jujur… karena saya tunduk pada aturan proses hukum," kata Castillo pada pembukaan sidang.

Castillo dilantik menjadi Presiden Peru pada bulan Juli 2021 dan berjanji untuk menjadi juara orang miskin serta meningkatkan pendidikan, perawatan kesehatan dan layanan lainnya. Namun ia kesulitan untuk mendapatkan dukungan dari beberapa kelompok politik, termasuk yang diwakili di Kongres.

Sejak Desember 2017, Kongres Peru telah mengadakan setidaknya enam suara pemakzulan. Mosi pemakzulan ini menjadi umum di Peru dan telah menjatuhkan Presiden Pedro Pablo Kuczynski pada 2018 serta Martin Vízcarra pada 2020.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait