Terjadi fenomena langit ungu di kawasan stasiun MRT Toa Payoh Singapura yang mencuri perhatian pengunjung. Lantas, bagaimana fenomena langit ungu itu bisa terjadi?
- Amelia Nur Fatimah
- Minggu, 01 Mei 2022 - 22:57 WIB
WowKeren - Sebuah fenomena langit tak biasa terjadi di Singapura beberapa waktu lalu, tepatnya di kawasan stasiun MRT Toa Payoh. Seorang komuter menangkap pemandangan dramatis langit berwarna ungu di luar stasiun MRT Toa Payoh pada Jumat (29/4) lalu.
Melansir Mothership.sg, postingan di grup Facebook "CloudSpotting & SkySpotting Singapore", seorang pengguna bernama "Myke Muk K C" membagikan bahwa dia melihat langit yang indah begitu dia keluar dari stasiun MRT Toa Payoh. Karena sudut pengambilan foto, tampak seolah-olah awan terbelah untuk mengungkapkan dimensi yang berbeda.
Gambar lain yang dia posting saat berjalan lebih jauh dari stasiun menunjukkan langit berubah menjadi kuning keemasan lembut saat matahari mulai terbit dan menjadi lebih menonjol. Mengomentari postingannya kemudian, dia berbagi bahwa adegan itu adalah "suguhan yang indah".
"Saya berharap (saya) bisa berdiri di sana dan menyaksikan langit perlahan berubah dan menikmati momen ini," ungkapanya.
Sayangnya, dia tidak bisa lebih lama lagi menikmati fenomena itu. Pasalnya, dia harus pergi bekerja.
Mengapa langit berubah warna? Menurut Science Daily, alasan mengapa langit bisa berubah warna adalah karena proses yang disebut "hamburan".
Hamburan mempengaruhi warna cahaya yang datang dari langit, dengan rincian ditentukan oleh panjang gelombang cahaya dan ukuran partikel di udara yang mengubah arah sinar cahaya. Cahaya merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang. Sedangkan cahaya ungu atau ungu memiliki panjang gelombang yang lebih pendek.
Saat matahari rendah di cakrawala seperti saat matahari terbit atau terbenam, sinar matahari akan melewati lebih banyak udara daripada waktu lain dalam sehari ketika matahari lebih tinggi di langit. Lebih banyak atmosfer berarti lebih banyak molekul untuk menyebarkan cahaya ungu dan biru menjauh dari mata kita. Sementara warna lain berlanjut ke mata kita, menghasilkan matahari terbit atau terbenam yang lebih sering berwarna oranye dan merah.
Sementara itu, menurut Mashable, langit ungu mungkin saja disebabkan oleh kurangnya molekul untuk menyebarkan warna dari mata kita.
(wk/amel)