Waspadai Kasus Hepatitis Akut, Bayi 10 Bulan di Surabaya Dirawat Dalam Ruang Khusus Isolasi
Unsplash/Aditya Romansa
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Menurut dr. Bagus Setyoboedi selaku Dokter Spesialis Hepatitis sekaligus Staf Gastrohepatologi anak FK Unair dan RSUD dr. Soetomo, gejala yang dialami bayi tersebut sejauh ini masih belum mengarah ke Hepatitis Akut.

WowKeren - Seorang bayi berusia 10 bulan di Surabaya, Jawa Timur, diduga terinfeksi Hepatitis Akut misterius. Bayi tersebut kini tengah berada dalam perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo.

"Kami awasi serta ikuti terus perkembangannya. Kami cari persoalannya seperti apa," tutur dr. Bagus Setyoboedi selaku Dokter Spesialis Hepatitis sekaligus Staf Gastrohepatologi anak FK Unair dan RSUD dr. Soetomo, Jumat (6/5).

Menurut Bagus, gejala yang dialami bayi tersebut sejauh ini masih belum mengarah ke Hepatitis Akut. Kondisi sang pasien juga mulai membaik. Ia kini ditempatkan di ruang khusus isolasi.

"Tidak ada gangguan kesadaran, kelihatannya masalahnya di saluran empedunya," paparnya. "Anak ini ditempatkan di ruang khusus isolasi. Apa pun kami lakukan untuk tidak merebak kemana-mana."


Sementara itu, Pemkot Surabaya juga telah mewaspadai potensi kasus Hepatitis Akut misterius tersebut. Seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya, terutama rumah sakit dan Puskesmas, diminta untuk meningkatkan pengawasan sebagai langkah antisipasi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, hingga kini wilayahnya belum melaporkan penemuan kasus Hepatitis Akut. Namun Dinkes Kota Surabaya telah meminta setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan terhadap potensi kasus tersebut sejak 28 April 2022 lalu melalui surat edaran.

"Surat Edaran itu menindaklanjuti SE Kemenkes RI No HK 02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya pada tanggal 27 April 2022,' ungkap Nanik pada Kamis (5/5).

Selain itu, Dinkes Surabaya juga meminta setiap rumah sakit untuk melakukan pengamatan terhadap semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya. Kasus tersebut harus ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium.

"Kemudian, melakukan Hospital Record Review (HRR) terhadap Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya sejak tanggal 01 Januari 2022 dan melaporkan segera jika ada penemuan kasus potensial sesuai indikasi kasus tersebut," jelasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts