Liga Pemuda Patriotik Sosialis yang berfungsi sebagai polisi mode Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un telah merekam wanita berusia 20-an dan 30-an yang melanggar aturan tersebut.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 06 Mei 2022 - 19:23 WIB
WowKeren - Korea Utara melarang warganya untuk mengenakan celana ketat bergaya hipster demi mencegah mereka meniru tren barat. Menurut laporan media The Sun, Liga Pemuda Patriotik Sosialis yang berfungsi sebagai polisi mode Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un telah merekam wanita berusia 20-an dan 30-an yang melanggar aturan tersebut.
Mereka yang ketahuan melanggar aturan itu dibawah ke kantor liga dan diminta untuk menulis surat kritik diri. Mereka juga disuruh berjanji untuk tidak mengulangi kejahatan mode tersebut.
Melanggar aturan tersebut memang tidak membuat warga Korea Utara terancam penjara. Namun rekaman pakaian para pelanggar akan digunakan dalam dalam kuliah untuk mencegah orang lain melanggar aturan tersebut. Pelaku digambarkan memiliki "pakaian tidak senonoh" dan "ideologi yang tidak murni".
Selain celana ketat, Korea Utara juga melarang cat rambut, gaya rambut mullet, hingga kaus dan jaket bermerek Barat. Segala bentuk tindikan di bagian wajah seperti hidung dan bibir juga dilarang.
Pihak otoritas menekankan bahwa mengenakan pakaian dan rambut dalam gaya Korea Utara memainkan peran penting dalam membangun gaya hidup sosialis. Mereka yang melanggar aturan dianggap sebagai "anak nakal kapitalis".
Sementara itu, sejumlah sumber mengatakan bahwa kuliah terkait aturan berpakaian itu telah dimulai sejak awal April di Provinsi Hamgyong Utara. Orang-orang diberitahu untuk mengikuti mode seragam yang "terhubung langsung dengan masa depan ibu pertiwi".
Sebelumnya, Kim Jong Un telah menyerukan kampanye propaganda untuk meningkatkan dukungan rakyat bagi ideologi kemandirian negara di tengah "kesulitan terburuk". Kim Jong Un dilaporkan mengirim surat kepada pejabat Partai Buruh yang berkuasa untuk menghadiri lokakarya yang bertujuan meningkatkan motivasi sosialisme dan memajukan inovasi dalam pekerjaan ideologis partai.
Kim Jong Un mengatakan bahwa kampanye ideologis harus fokus pada menghilangkan "roh jahat anti-sosialisme" dan elemen non-sosialis yang telah "menggerogoti posisi revolusioner kita". Pyongyang telah menindak masuknya musik dan hiburan Korea Selatan melalui perbatasan Tiongkok untuk mengekang apa yang disebutnya sebagai pengaruh non-sosialis dan anti-sosialis.
(wk/Bert)