Para Guru Dorong Pemerintah Buat Edaran Terkait Hepatitis Misterius yang Serang Anak-anak
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Himpunan guru mengungkap kekhawatiran mereka terkait serangan hepatitis akut misterius yang mengancam anak-anak. Himpunan guru mendesak pemerintah memberikan peringatan di lingkungan sekolah.

WowKeren - Serangan hepatitis misterius mengancam anak-anak. Meski begitu, Kemendikbud hingga kini belum memiliki rencana untuk mengatur kembali kebijakan PTM terkait persoalan tersebut.

Akan tetapi, para guru kini mulai khawatir dengan serangan penyakit tersebut. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) khawatir hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak itu akan menyebar luas hingga menjadi pandemi.

"P2G cukup khawatir hepatitis akut misterius kemudian berubah menjadi pandemi terhadap anak," kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5).

Karena itu, perhimpunan guru berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kemunculan hepatitis tersebut. Salah satunya mereka mendesak Kemendikbud membuat surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekolah akan bahaya hepatitis misterius tersbeut.

"Kami mendesak Kemdikbudristek dan Pemda membuat surat edaran sebagai pengingat, agar sekolah-sekolah meningkatkan disiplin protokol kesehatan, mencegah Covid-19 yang masih pandemi termasuk mencegah penularan hepatitis terhadap anak," ungkapnya.

Menurut Satriwan, semua pihak perlu memiliki kesadaran yang sama akan bahaya penyakit yang berpotensi menyebar luas di kalangan anak-anak. Bahkan sejauh ini sudah ada 6 anak yang meninggal dunia diduga terinfeksi penyakit tersebut.


"Khususnya bagi anak usia Play Group (Day Care), PAUD/TK, dan SD/MI," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan surat edaran yang ditujukan kepada sekolah menjadi penting untuk disebarluaskan. Hal itu diperlukan agar warga sekolah memiliki pemahaman yang baik mengenai virus hepatitis akut misterius.

"Apa saja indikasi gejala, faktor penyebab, langkah pencegahan, serta kiat hidup bersih demi menjaga anak agar tidak tertular," ujar Iman.

Dia menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan penularan dan disiplin protokol kesehatan di sekolah merupakan upaya penting untuk menekan penularan hepatitis akut misterius.

"Demi mencegah jauh-jauh hari agar kasus hepatitis misterius anak tidak kemudian hari berubah menjadi pandemi, yang kembali akan berdampak terhadap kualitas pendidikan nasional," pungkasnya.

Sejauh ini dikabarkan sudah ada 5 anak yang meninggal dunia diduga terinfeksi hepatitis misterius. Kasus kematian dilaporkan terjadi di Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sementara itu, belasan anak yang lain juga tengah menjalani perawatan.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts