Kemenkes Sebut Kematian Diduga Hepatitis Misterius Jadi 6 Kasus, Perlu Evaluasi PTM?
covid19.go.id
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Kemenkes menyebut kasus kematian yang diduga akibat Hepatitis Akut Misterius kembali bertambah. Sementara itu, Wagub DKI menilai perlu dilakukan evaluasi PTM di tengah munculnya Hepatitis Misterius.

WowKeren - Kasus kematian yang diduga akibat Hepatitis Akut Misterius di Indonesia tampaknya kembali bertambah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus kematian terbaru yakni anak asal Sumatera Utara yang tidak tertolong usai mengeluhkan gejala mual, demam, diare, dan muntah.

"Iya total 6 anak yang meninggal diduga akibat Hepatitis akut, termasuk yang Sumut," ujar Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Rabu (11/5).

Menurut Nadia, sejauh ini, banyak anak terlanjur bergejala berat saat dibawa ke rumah sakit, sehingga tidak berhasil selamat. Dari total 15 kasus Hepatitis Misterius yang dikonfirmasi, enam di antaranya meninggal dunia, sementara sisanya masih dirawat intensif di ICU dan rawat inap biasa.

Nadia menuturkan bahwa gejala paling banyak yang dialami anak-anak adalah mual, muntah dan diare. Sementara itu, di DKI Jakarta, dicurigai ada 21 kasus Hepatitis Akut Misterius.


Terkait dengan kemunculan kasus Hepatitis Akut Misterius yang menyerang anak-anak, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebut saat ini pihaknya tengah mengkaji potensi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah untuk kembali ke sistem online. Hal ini menyusul bertambahnya kasus yang diduga Hepatitis Misterius di DKI Jakarta.

Di sisi lain, Kemenkes menilai bahwa evaluasi PTM di tengah kasus Hepatitis Misterius itu tak diperlukan. Nadia menilai pencegahan Hepatitis Misterius itu bisa dimulai dengan taat protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Nadia menerangkan bahwa prokes wajib diterapkan selama PTM. Apalagi peraturan selama pandemi terkait PTM juga telah mewajibkan menjalankan prokes.

"Prinsipnya prokes tetap diterapkan selama PTM kaeena mencegah Hepatitis, tetap cuci tangan dan memakai masker, kan saat PTM, kebijakan prokes harus tetap dijalankan di sekolah," jelas Nadia.

Riza lantas menyinggung bahwa kasus Hepatitis Akut Misterius itu menurut Badan Kesehatan Dunia 9WHO) telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Namun hingga saat ini, Jakarta disebut masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts