Wagub DKI Beber Ada Temuan 21 Kasus Diduga Hepatitis Misterius, Minta Anak-Anak Hindari Tempat Umum
Facebook/DKIJakarta
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Kasus hepatitis akut misterius tampaknya mulai semakin menyebar di Indonesia. Seperti yang belum lama ini ditemukan di DKI Jakarta ada 21 kasus yang diduga hepatitis misterius.

WowKeren - Kasus hepatitis akut misterius tampaknya semakin menyebar di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari adanya temuan 21 kasus yang diduga hepatitis misterius di DKI Jakarta. Adapun temuan ini terhitung hingga Rabu (11/5) kemarin.

Dari 21 temuan kasus tersebut, 3 di antaranya merupakan kasus kematian yang diduga akibat hepatitis misterius pada beberapa waktu lalu. Temun ini sendiri juga telah dibenarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

"Data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut, meski demikian ini masih dalam proses penyelidikan epidemiolog," ujar Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/5).

Maka dari itu, Riza meminta agar masyarakat mewaspadai kemungkinan penyebaran penyakit hepatitis misterius tersebut. Akan tetapi Riza tidak merinci sebaran kasus tersebut berada di daerah mana saja. "Nanti dicek datanya ke Dinkes (Dinas Kesehatan)," imbuhnya.

Lebih lanjut, Riza menuturkan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga memerintahkan seluruh jajarannya untuk melaporkan perkembangan kasus tersebut. Di samping itu, ia juga minta agar tidak ada yang menganggap remeh atau enteng penyebaran kasus hepatitis misterius.


"Semua penyakit harus kita lawan, kita hadapi dengan terus memberikan pelayanan terbaik," terang Riza. Selain itu, ia juga meminta agar anak-anak tidak bermain di tempat umum, seperti di ruang terbuka atau kolam renang guna mencegah terinfeksi hepatitis akut.

"Tempat-tempat atau benda-benda yang digunakan bersama itu tolong dihindari, termasuk ke tempat makan bersama," jelas Riza.

Di samping itu, Riza menerangkan bahwa penyakit hepatitis misterius itu tidak hanya menyerang anak-anak, bahkan juga orang dewasa. Selain menghindari tempat umum, ia juga mengingatkan warga untuk tetap melaksanakan prokes dengan baik dan berhati-hati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem deteksi dini atau sistem surveilans pasca ditemukan dugaan kasus hepatitis akut misterius. Ia lantas meminta warga untuk tidak khawatir.

Maka dari itu, Widyastuti menuturkan bahwa warga perlu menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir guna mencegah penularan hepatitis misterius. Kemudian warga juga diminta untuk selalu menjaga kebersihan sanitasi lingkungan sekitar.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts