Pengadilan India Batasi Pertemuan Muslim di Masjid Usai Berhala Ditemukan di Tempat Ibadah
Dunia

Pengacara yang menangani kasus tersebut mengatakan bahwa larangan itu dikeluarkan usai tim survei menemukan peninggalan dewa Hindu Siwa dan simbol Hindu lainnya di sana.

WowKeren - Pengadilan India pada Senin (16/5) mengeluarkan larangan untuk pertemuan besar umat Muslim di salah satu masjid di India bagian utara. Pengacara yang menangani kasus tersebut mengatakan bahwa larangan itu dikeluarkan usai tim survei menemukan peninggalan dewa Hindu Siwa dan simbol Hindu lainnya di sana.

Pengacara H. S. Jain mengatakan jika hakim di pengadilan di Varanasi memutuskan bahwa pertemuan Islam di sana harus dibatasi hingga 20 orang. Varanasi merupakan kota tersuci Hindu dan situs masjid bersejarah Gyanvap.

Sedangkan survei itu sendiri dilakukan setelah lima wanita yang diwakili oleh Jain meminta izin untuk melakukan ritual ibadah Hindu di salah satu bagian masjid tersebut. Mereka mengatakan bahwa sebuah kuil Hindu pernah berdiri di situs tersebut.



Masjid Gyanvapi terletak di daerah pemilihan Perdana Menteri Narendra Modi. Masjid ini adalah salah satu dari beberapa masjid di Uttar Pradesh utara yang diyakini oleh kelompok garis keras Hindu dibangun di atas kuil Hindu yang dihancurkan.

Polisi mengatakan perintah pengadilan akan membantu menjaga hukum dan ketertiban. Sebagaimana diketahui, kelompok garis keras Hindu yang terkait dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi telah meningkatkan tuntutan untuk menggali beberapa masjid dan mengizinkan penggeledahan di ikon wisata India Taj Mahal.

Langkah-langkah seperti itu dianggap sebagai upaya untuk merusak hak-hak umat Muslim untuk beribadah dan berekspresi secara bebas, menurut pemimpin dari 200 juta Muslim India. Sementara itu, Wakil Ketua Menteri Uttar Pradesh Keshav Prasad Maurya, yang juga merupakan seorang anggota BJP, mengatakan kepada TV lokal ANI bahwa pemerintah menyambut baik perintah pengadilan.

Sebelumnya pada tahun 2019 lalu, Mahkamah Agung mengizinkan umat Hindu untuk membangun sebuah kuil di lokasi masjid Babri abad ke-16 yang disengketakan yang dihancurkan oleh orang-orang Hindu pada tahun 1992. Mereka percaya bahwa itu dibangun di mana Dewa Ram Hindu lahir. Alhasil insiden ini memicu kerusuhan agama yang menewaskan hampir 2.000 orang. Sebagian besar dari korban adalah umat Muslim.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts