Negara-Negara Importir di Asia Kalang Kabut Usai India Larang Ekspor Gandum
Dunia

India yang merupakan sumber penghasil gandum terbesar kedua di dunia pada akhir pekan telah melarang ekspor gandum dalam rangka untuk menahan harga domestik.

WowKeren - Negara-negara pengimpor gandum dari Asia tengah menghadapi masalah pasokan gandum. Pada Senin (16/5), para importir gandum berebut untuk menemukan sumber pasokan baru setelah India mengambil langkah untuk melarang ekspor gandum mereka.

Sebagaimana diketahui, India pada akhir pekan telah melarang ekspor gandum dalam rangka untuk menahan harga domestik. India sendiri merupakan sumber penghasil gandum terbesar kedua di dunia yang banyak diandalkan oleh importir terutama Asia.

Ekspor dari wilayah Laut Hitam anjlok menyusul invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina. Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang sekitar 30 persen dari ekspor gandum global. Ekspor Ukraina sangat terhambat karena perang yang berkecamuk.

Pedagang gandum yang berbasis di Eropa di sebuah rumah perdagangan global memperingatkan kekhawatiran penutupan ekspor yang dilakukan india. Dia memperkirakan bahwa Asia kemungkinan akan berada dalam masalah besar.



"Importir Asia kemungkinan akan berada dalam masalah besar," ujarnya. "India adalah alternatif Ukraina/Rusia terutama untuk pakan gandum. (Mereka) hari ini sudah mencari alternatif."

Importir di Asia dikatakannya bahkan berencana membeli lebih banyak gandum Rusia meskipun ada masalah pembayaran terkait dengan sanksi terhadap bank Rusia dan peningkatan premi asuransi pengiriman. Patokan gandum berjangka di Chicago melonjak hingga batas 6 persen pada hari Senin karena pasar bereaksi terhadap larangan mengejutkan.

Itu terjadi hanya beberapa hari setelah New Delhi mengatakan pihaknya menargetkan pengiriman gandum rekor 10 juta ton tahun ini. Adapun tujuan utama ekspor gandum India termasuk Indonesia, Nepal, Bangladesh, dan Turki. Importir gandum terbesar dunia, mesir, bahkan baru-baru ini setuju untuk melakukan pembelian gandum India untuk pertama kalinya. Namun kesepakatan itu masih dalam tahap perencanaan.

"Ada ketidakpastian mengenai berapa banyak yang akan diekspor ke negara-negara yang dianggap India memiliki kebutuhan ketahanan pangan," kata Carlos Mera, analis komoditas pertanian di Rabobank. "Mereka mungkin hanya mengekspor ke negara-negara tetangga yang bersahabat."

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts