Kondisi Medina Zein Mengkhawatirkan, Ini Penjelasan Ahli Soal Bipolar Akut Stadium Tinggi
Instagram/medinazein92
Selebriti
Kontroversi Medina Zein

Seorang dokter kejiwaan mencoba memaparkan soal penyebutan bipolar akut staidum tinggi. Hal ini berhubungan dengan kabar kesehatan mental Medina Zein yang cukup mengkhawatirkan.

WowKeren - Kabar kesehatan mental Medina Zein tengah ramai jadi sorotan media. Sebelumnya sang pengacara, Razman Arif Nasution, mengklaim bahwa kliennya mengidap bipolar akut stadium tinggi.

"Bipolar stadium tinggi. Istilah stadium tinggi saya nggak paham. Kalau bipolar di atas depresi. Tapi itu bukan gila. Ini yang harus ditafsir-tafsir," jelas Razman pada Tim WowKeren, Selasa (10/5). "Di sini (RSJ), dokter yang merawatnya jelas, kepala instalasi jelas, nama jelas menyebut Medina Susandi."

Menanggapi hal ini, seorang ahli kejiwaan, dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ menegaskan bahwa tidak ada yang namanya bipolar akut stadium tinggi. Hanya saja memang gangguan kejiwaan bipolar ada tingkatannya atau yang biasa disebut episode mood.

"Yang pertama episode Mania, dimulai dengan perasaan senang disertai dengan energi yang berlebih, merasa sangat kreatif. Perasaan ini secara cepat berkembang menjadi suatu euphoria (perasaan senang yang sangat berlebihan) atau menjadi sangat irrirable atau sensitif," papar Dokter Lahargo saat dihubungi detikcom. "Orang dengan mania biasanya menolak disalahkan dan sering malah menyalahkan orang yang menegurnya."

"Kedua, ada Hipomania (episode hipomanik). Episode ini lebih ringan dibandingkan episode manik dengan gejala-gejala yang sama tetapi tidak terlalu menyebabkan gangguan," imbuhnya. "Selama episode hipomanik ini, pasien dapat merasakan mood yang meningkat, merasa lebih baik dari biasanya dan merasa lebih produktif. Episode ini dirasakan sebagai perasaan yang baik dan jarang disadari oleh seseorang sebagai hal yang salah."



Lebih lanjut, episode ketiga hingga keempat dari bipolar adalah depresi dan campuran. Dalam episode depresi, gejala seseorang tersebut akan terlihat selama 2 minggu.

"Depresi (episode depresi mayor), selama episode ini, selama 2 minggu pasien mengalami gejala-gejala. Perasaan sedih dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya diminati. Kesulitan tidur atau tidur berlebihan. Kehilangan nafsu makan atau makan jadi terlalu banyak. Sulit berkonsentrasi atau sulit membuat keputusan dan masih banyak lagi," jelasnya lagi.

Beralih pada episode campuran. Pengidap bipolar yang memasuki tahap ini akan mengalami perubahan mood sampai depresi secara bergantian.

"Dalam episode campuran, dalam waktu yang singkat terdapat perubahan mood mulai dari mania dan depresi yang berlangsung bergantian," tandas Dokter Lahargo.

Dengan begini, sudah dipastikan bahwa tidak ada yang namanya bipolar akut staidum tinggi. Pun yang dialami oleh Medina Zein saat ini memang sebuah kondisi mental yang membutuhkan penanganan serius dari dokter.

(wk/lara)


You can share this post!


Related Posts