Kecelakaan China Eastern Airlines yang Tewaskan 132 Orang Kemungkinan Disengaja
Dunia

Hasil penyelidikan mengungkap kemungkinan mengejutkan. Otoritas AS yang menyelidiki kecelakaan itu mengatakan bahwa kecelakaan mungkin disebabkan oleh tindakan yang disengaja.

WowKeren - Kecelakaan pesawat China Eastern Airlines yang terjadi awal tahun ini tentu masih meninggalkan luka bagi keluarga korban. Kecelakaan itu melibatkan sebuah penerbangan China Eastern Airlines yang jatuh awal tahun ini di provinsi Guangxi dan menewaskan 132 orang.

Namun kekinian, sebuah hasil penyelidikan mengungkap kemungkinan yang cukup mengejutkan. Otoritas AS yang menyelidiki kecelakaan itu mengatakan pada Selasa (17/5) bahwa kecelakaan mungkin disebabkan oleh tindakan yang disengaja.

Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Wall Street Journal dan ABC News bahwa seseorang di kokpit memasukkan informasi ke kontrol pesawat yang menyebabkannya terbang hampir vertikal ke tanah. Bukti menunjukkan flap pesawat tidak terpasang dan roda pendarat tidak diturunkan pada saat kecelakaan.



"Pesawat itu melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit," kata seorang sumber. Jet Boeing 737-800 sedang dalam perjalanan dari Kunming ke Guangzhou ketika jatuh pada 21 Maret di pegunungan di Tiongkok selatan. Kecelakaan itu menewaskan semua 123 penumpang dan sembilan awak.

Pejabat Tiongkok mengatakan jika jet penumpang itu menabrak tanah dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga menciptakan lubang sedalam 66 kaki di tanah. Mereka mengatakan mereka belum menemukan masalah mekanis atau penerbangan dengan pesawat.

Namun jika memang kecelakaan pesawat itu disengaja, para pejabat tidak yakin apakah pilot yang menyebabkannya atau jika seseorang masuk ke kokpit dan mengalahkan kru. ABC News melaporkan bahwa penyelidik menyelidiki salah satu pilot, yang tampaknya berjuang dengan masalah pribadi sebelum kecelakaan itu.

Sementara itu, kotak hitam pertama, perekam suara kokpit, ditemukan pada 23 Maret, sedangkan perekam data penerbangan ditemukan pada 27 Maret. Data awal menunjukkan pesawat itu jatuh dari ketinggian 29.000 kaki ke 8.000 kaki, mendatar dan kemudian terjun bebas.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts