Wanita Inggris Ini Telan Alat Tes COVID-19 Mandiri Hingga Masuk ke Perut, Begini Nasibnya
Unsplash/John Cameron
Dunia

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan alat tes COVID-19 mandiri yang tidak tepat pada bulan Maret 2022 lalu.

WowKeren - Seorang wanita di Inggris harus dilarikan untuk menjalani operasi darurat usal menelan alat tes swab COVID-19 mandiri berukuran enam inchi atau sekitar 15,24 cm. Wanita berusia 31 tahun bernama Bobby Lee tersebut dilaporkan melakukan tes COVID-19 mandiri di rumah usai merasa tak enak badan.

"Ketika saya men-swab bagian belakang tenggorokan saya, saya seperti tersedak," ungkap Lee dilansir Malay Mail pada Rabu (18/5). "Stik (swab COVID-19) itu tertancap di mulut saya dan tersangkut di bagian belakang tenggorokan saya, dengan bagian swab-nya masuk ke tenggorokan dan ujung stiknya menempel di langit-langit mulut bagian belakang saya."

Karena tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan, Lee sempat mencoba untuk menelan stik swab tersebut. Namun benda tersebut hanya tersangkut ke tenggorokannya. Akhirnya, Lee bergegas ke rumah sakit dan berusaha tetap tenang karena ia sedang di rumah sendirian dengan anak bungsunya saat kejadian.

Dokter di ruang gawat darurat lantas mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya. Lee akhirnya dipindahkan ke rumah sakit lain untuk menjalani operasi darurat.

"Itu (stik swab) telah masuk ke perut saya, gambar yang mereka ambil dengan kamera di tenggorokan saya bahkan menunjukkan (stik itu) di dekat usus saya," papar Lee. Menurut Lee, stik swab tersebut harus dikeluarkan secara oral untuk menghindari kerusakan pada ususnya.



Ini bukan pertama kalinya insiden terjadi dalam aktivitas tes swab COVID-19 mandiri di rumah. Pada tahun 2020, seorang pria di Inggris juga harus masuk ke ruang gawat darurat karena secara tak sengaja menelan alat tes swab. Sedangkan tahun lalu, seorang kepala desa di Karimnagar, India, harus menjalani endoskopi usai alat swab yang masuk di hidungnya putus.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan alat tes COVID-19 mandiri yang tidak tepat pada bulan Maret 2022 lalu. Diketahui, alat tes COVID-19 mandiri yang bisa dipakai di rumah umumnya terdiri dari satu stik swab, satu botol yang berisi larutan di dalamnya, tutup botol, dan sebuah kartu tes.

Biasanya, proses testing tersebut dilakukan dengan mengambil sampel dari lubang hidung menggunakan stik swab. Kemudian stik swab tersebut dimasukkan ke dalam botol yang berisi larutan. Cairan yang sudah dicampur dengan sampel lalu diteteskan ke kartu swab untuk mengetahui hasil tes positif atau negatif.

Namun FDA mengaku telah menerima laporan cedera yang disebabkan oleh larutan yang ada di paket alat tes COVID-19 mandiri. Rupanya, ada beberapa orang yang secara tidak sengaja memasukkan cairan ke mata dan hidung mereka.

"Larutan cair dalam beberapa tes mungkin mengandung bahan kimia seperti natrium azida, yang dapat membahayakan jika tertelan atau jika terkena kulit, hidung, mulut, atau mata," tulis FDA dalam pernyataannya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts